Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Pratiwi, Hanissa
Setiawan, Azhari
Fauzan Riyadi, Sayed
Subject
362.293 Narcotics Problems/Permasalahan Narkotik, Narkoba, Narkotika dan Obat-obat Terlarang
Datestamp
2024-02-02 08:23:08
Abstract :
Penyelundupan narkoba yang masuk ke wilayah pantai timur Sumatera Utara
diselundupkan melalui pelabuhan resmi dan pelabuhan tidak resmi. Instansi maritim
yang memiliki kewenangan penegakan hukum di laut masih belum maksimal dalam
pemberantasan penyelundupan narkoba lewat laut. Hal ini ditandai dengan masih
sangat maraknya penyelundupan narkoba yang masuk melalui wilayah perairan
tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi Pemerintah Sumatera
Utara dan aparat penegak hukum dalam penanganan penyelundupan narkoba melalui
jalur laut di wilayah tersebut. Melalui metode kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa
keterlibatan Pemerintah Sumatera Utara dan aparat penegak hukum telah positif dalam
menangani kasus-kasus penyelundupan narkoba di wilayah tersebut. Meskipun
demikian, terdapat hambatan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum seperti
kurangnya sarana patroli dan keterbatasan sumber daya manusia yang mempengaruhi
efektivitas kerja mereka dalam menangani kasus-kasus tersebut. Dari penelitian
tersebut terungkap bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Sumatera
Utara dan aparat penegak hukum dalam mengatasi penyelundupan narkoba melalui
jalur laut sudah cukup komprehensif. Mereka telah mengimplementasikan berbagai
strategi yang mencakup kompleksitas dari kejahatan penyelundupan narkoba, yang
merupakan jenis kejahatan blue crime. Upaya-upaya dalam menangani aspek-aspek
kejahatan terkait mobilitas, arus kriminal, dan bahkan kejahatan lingkungan telah
dilakukan untuk memberantas dan mencegahnya. Namun, terdapat keterbatasan dalam
kapasitas yang dimiliki oleh aparat penegak hukum, terutama dengan semakin
berkembangnya modus operandi yang digunakan oleh para penyelundup.