Abstract :
Indonesia sebagai negara berkembang di kawasan Asia Tenggara memiliki beban ganda
masalah gizi. Untuk menghadapi permasalahan stunting, Puskesmas Cigalontang memiliki
program penanganan stunting yang dilakukan melalui intervensi spesifik. Intervensi spesifik
yang akan dilakukan berupa kegiatan imunisasi, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil
dan balita yang terindikasi lambat tumbuh maupun terdeteksi BBLR, serta pemantauan
pertumbuhan balita sejak dalam kandungan hingga usia 59 bulan. Pada penelitian ini, rumusan
masalah yang diteliti yaitu bagaimana evaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting yang
ditinjau dari input, proses, dan output di wilayah kawasan kerja Puskesmas Cigalontang pada
Tahun 2022. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pelaksanaan program pencegahan stunting
di Wilayah Kerja Puskesmas Cigalontang Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan untuk
penelitian ini adalah dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu metode penelitian dengan metode
untuk menggambarkan suatu hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas
Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022. Jumlah narasumber dalam penelitian ini
berjumlah sekitar 9 orang, yang terdiri dari tenaga puskesmas, bidan desa, dan kepala desa
lokus stunting. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara secara mendalam.
Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa stunting masih menjadi prioritas utama di Puskesmas
Cigalontang. Perencanaan program dilakukan setahun sebelumnya dengan melihat hasil
evaluasi dan capaian program sebelumnya. Untuk kebijakan teknis, puskesmas dan desa tidak
memiliki kebijakan teknis khusus, melainkan hanya berhaluan pada Permenkes dan Perbup
yang masih berlaku. Kegiatan intervensi spesifik dilaksanakan oleh puskesmas, sementara
kegiatan intervensi sensitif dilaksanakan oleh desa dan lintas sektor, seperti perangkat desa,
KUA, sekolah, dan lain-lain lain. Hasil program stunting menemukan angka kejadian stunting
meningkat dari tahun 2021, hal itu terjadi karena ada beberapa kendala yang mempengaruhi
jalannya pelaksanaan program. Sementara untuk puskesmas sendiri menerima masukan untuk
memperkuat kerjasama di lintas sektor.
Kata kunci: Stunting, evaluasi program