Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya potensi sumber daya alam
yang melimpah berupa pohon bambu di Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari
Kabupaten Tasikmalaya. Pohon bambu tersebut merupakan bahan baku utama
dalam pembuatan kerajinan anyaman bambu, kerajinan anyaman bambu tersebut
terdiri dari kerajinan klasik/ubud dan kerajinan modern. Kerajinan klsik/buhun
merupakan kerajinan yang sudah ada sejak zaman dahulu seperti hihid, boboko,
tampah, nyiru, asepan, tampir, sotong, caraka, sulumbung dan lainnya
sebagainya. Pada tahun 90-an para pengrajin anyaman bambu baik pemilik
kerajinan maupun pengrajin pekerja melakukan inovasi terhadap kerajinan
anyaman bambu, kerajina tersebut dapat dikatakan sebagai kerajinan modern
seperti rantang, toples, keranjang, tempat bolu, tempat dimsum, tempat buah,
tempat tissu, tempat sampah, tempat toples dan lain sebagainya. Kerajinan
anyaman bambu yang berada di Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten
Tasikmalaya merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang mereka.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan
teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, studi literatur
dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 143 pengrajin yang
terdiri dari 14 pemilik kerajinan dan 129 pengrajin pekerja. Pengambilan sampel
dalam penelitian ini sebanyak 30% dengan menggunakan Random Sampling dan
Purposive Sampling, maka jumlah keseluruhan sampel dalam penelitian ini adalah
sebanyak 45 pengrajin. Hasil penelitian menunjukan bahwa para pengrajin
melakukan inovasi terhadap kerajinan anyaman bambu seperti motif pada
anyaman, bentuk kerajinan, dan lain sebagainya sehingga kerajinan yang
dihasilkan semakin kreatif dan inovatif. Inovasi tersebut dapat meningkatkan
kondisi sosial ekonomi para pengrajin, baik pemilik kerajinan maupun pengrajin
pekerja.
Kata Kunci : Inovasi, Pengrajin, Anyaman Bambu, Sosial Ekonomi