Abstract :
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN
STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA
UPTD PUSKESMAS BANTAR KOTA TASIKMALAYA
Latar Belakang. Stunting pada balita merupakan status gizi yang didasarkan pada
indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan Z-score kurang dari ? 2 standar
deviasi. Masalah ini disebabkan langsung oleh faktor asupan makan dan secara
tidak langsung oleh faktor pola asuh yang kurang baik, status ketahanan pangan
rumah tangga serta jamban tidak memenuhi syarat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan status ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh dan
sarana jamban dengan kejadian stunting pada balita. Metode. Desain penelitian
menggunkan case control pada populasi wilayah kerja Puskesmas Bantar dengan
total sampel sebanyak 111, kelompok kasus 37 dan kontrol 74. Instrumen
pengukuran yang digunakan adalah kuesioner United States Household Food
Security Survey Module (US-HFSSM) untuk mengukur status ketahanan pangan
rumah tangga, kuesioner pola asuh (pemberian MP-ASI, penyediaan dan jadwal
pemberian makan, dan perawatan kesehatan), dan BAPPENAS untuk mengetahui
jamban memenuhi syarat. Teknik pengambilan sampel kasus dan kontrol
menggunakan proportionate stratified random sampling. Hasil. Hasil uji bivariat
dengan chi-square menunjukan ada hubungan signifikan antara status ketahanan
pangan rumah tangga (p=0,037 dan OR = 6,908), pola asuh (p=0,024 dan OR =
8,848) dan sarana jamban (p=0,032 dan 2,762) dengan kejadian stunting pada
balita. Kesimpulannya. Ada hubungan yang signifikan antara status ketahanan
pangan rumah tangga, pola asuh dan sarana jamban dengan kejadian stunting pada
balita.
Kepustakaan : 2012-2021
Kata Kunci : Ketahanan pangan, Pola asuh, Sarana Jamban, Stunting