Abstract :
ABSTRAK
ERIANI NURAGATTA. 2022. ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
MATEMATIS BERDASARKAN TOERI PEMROSESAN INFORMASI. Program
Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas
Siliwangi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis
berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
dengan metode eksploratif. Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir
kritis matematik dan wawancara tidak terstruktur. Instrumen yang digunakan berupa
soal kemampuan berpikir kritis matematis. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta
didik kelas VIII C di MTs. Nurulhuda yang memenuhi empat indikator kemampuan
berpikir kritis matematis terlepas dari jawaban benar atau salah. Teknik analisis data
yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada pada indikator menginterpretasi S-1 dan S-16
merekam informasi melalui aktivitas membaca pada sensory register sehingga
memunculkan attention dimana S-1 dan S-16 mampu mengidentifikasi unsur diketahui
dan ditanyakan. Selanjutnya S-1 dan S-16 mengemukakan perception terhadap langkah
yang akan selanjutnya digunakan untuk menjawab soal. Pada indikator menganalisis
pada subjek terjadi proses retrieval terhadap konsep keliling persegi panjang yang
tersimpan dalam long term memory, namun S-16 tidak mampu memunculkan konsep
keliling persegi panjang akibatnya informasi berasal dari short term memory.
Adapun terjadi proses rehearsal pada S-1 dan S-16 yaitu dengan menuliskan kembali
informasi yang sudah dituliskan pada indikator sebelumnya. Pada tahap mengevaluasi
S-1 dan S-16 menyelesaikan permasalahan pada short term memory dengan
menggunakan konsep-konsep pengetahuan yang tersimpan dalam long term memory
melalui proses retrieval. Kemudian setiap informasi yang di dapat dan dituliskan akan
terus mengalami pengulangan sehingga akhirnya diperoleh hasil penyelesaian masalah.
Pada indikator menginferensi pemrosesan informasi yang terjadi baik S-1 maupun S-16
adalah encoding dimana S-1 dan S-16 mampu menjelaskan kembali pengalaman yang
sudah tersimpan dalam long term memory saat menyelesaikan masalah. S-1 dan S-16
mengalami seluruh komponen dalam teori pemrosesan informasi namun dengan cara
yang berbeda..
Kata kunci: analisi, kemampuan berpikir kritis matematis, teori pemrosesan informasi.