Abstract :
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL
(STUDI KASUS SIMPANG GUNUNG SABEULAH KOTA
TASIKMALAYA)
Imam Zainil Arif1), Nina Herlina2), dan Gary Raya Prima3)
1,2,3Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Siliwangi
Jalan Siliwangi No.24 Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
e-mail: zainilarifimam@gmail.com1
, ninaherlina@unsil.ac.id2
, garyrayaprima@unsil.ac.id3
ABSTRAK
Simpang Gunung Sabeulah merupakan jalan penghubung beberapa kecamatan di
Kota Tasikmalaya yang memiliki permasalahan lalu lintas dikarenakan meningkatnya
volume kendaraan dan tingginya hambatan samping di sekitar ruas jalan. Penulis
berinisiatif untuk menganalisis permasalahan tersebut dengan manajemen lalu lintas.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Simpang Gunung Sabeulah Kota
Tasikmalaya sehingga dapat mengurangi permasalahan lalu lintas yang ada. Penelitian
dilakukan dengan cara observasi dimana pengambilan data primer dilakukan di lokasi
penelitian selama 2 minggu pada saat waktu puncak. Data tersebut dianalisis dengan
metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 serta simulasi lalu lintas
menggunakan software PTV Vissim. Hasil analisis digunakan sebagai acuan untuk
mengevaluasi kinerja Simpang Gunung Sabeulah sehingga dapat menghasilkan solusi
terbaik. Berdasarkan hasil analisis MKJI 1997 pada kondisi eksisting diperoleh nilai arus
lalu lintas total (Qtot) = 2.107 smp/jam, tundaan rata-rata simpang = 31,04 detik/smp
dengan tingkat palayanan (Level Of Service) D atau kurang, serta Derajat Kejenuhan (DS)
= 0,851 dengan tingkat pelayanan (Level Of Service) E. Hasil pemodelan software PTV
Vissim kondisi eksisting yaitu panjang antrian (Qlen) = 18,78 meter dengan tundaan
(VehDelay) = 30,82 detik/kendaraan, dan tingkat pelayanan (Level of Service) = C atau
sedang. Hasil yang didapat pada kondisi eksisting dinilai kurang memuaskan sehingga
direncanakan alternatif guna meningkatkan kinerja simpang yaitu alternatif 1 perancangan
ulang waktu siklus dan alternatif 2 perancangan ulang fase sinyal lalu lintas sesuai dengan
metode MKJI 1997 dan pemodelan PTV Vissim.
Kata Kunci : Derajat Kejenuhan, MKJI 1997, PTV Vissim, Simpang, Tingkat
Pelayanan, Tundaan