Abstract :
Tempe gembus merupakan pemanfaatan ampas tahu yang difermentasi
menggunakan kapang Rhizopus. Tempe gembus memiliki potensi sebagai bahan
pengganti daging secara parsial pada produk olahan daging berupa sosis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui karakteristik sensori dan
penerimaan konsumen terhadap sosis ayam dengan substitusi parsial
menggunakan tempe gembus dan jenis selongsong yang berbeda. Metode
penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu kajian pendahuluan, reformulasi
substitusi parsial dengan tempe gembus, dan analisis produk. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tempe gembus akan menghasilkan
tekstur sosis ayam yang lebih lunak. Berdasarkan uji deskriptif, panelis
mendeskripsikan atribut dominan ialah atribut tampilan memiliki warna putih
kekuningan, memiliki aroma daging hingga daging ayam, rasa yang gurih dan
asin, serta tekstur kenyal dan padat. Berdasarkan uji hedonik terlihat daya terima
panelis terhadap sampel dipengaruhi oleh penggunaan selongsong. Dan
berdasarkan preferance mapping, sampel sosis ayam substitusi parsial tempe
gembus 8% dengan selongsong kolagen memiliki nilai elevasi tertinggi sehingga
formulasi tersebut merupakan formulasi terbaik. Studi ini menunjukkan bahwa
penggunaan tempe gembus sebagai bahan pengisi produk olahan daging cukup
menjanjikan.