Abstract :
Semana Santa atau Hari Bae adalah ritual perayaan Pekan Suci, yang
dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh masyarakat Desa Wureh. Tulisan
ini membahas beberapa hal penting terkait dengan Semana Santa, yaitu sejarah
perayaan Semana Santa di Desa Wureh, garis besar pekan Semana Santa dan
ritus-ritusnya, serta tempat-tempat rohani di Desa Wureh, dengan terlebih dahulu
membahas sedikit tentang Desa Wureh. Selanjutnya, tulisan ini memberikan
penafsiran mengenai proses inkulturasi budaya dalam peristiwa tersebut.
Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode analisis
kualitatif atas data-data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian
lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dari ritus Semana Santa
dalam budaya masyarakat Desa Wureh adalah sebagai ungkapan syukur kepada
Tuhan dan Bunda Maria atas pemeliharaan dan perlindungan selama setahun
lamanya. Tradisi Semana Santa masih terus dilaksanakan, untuk melestarikan
tradisi turun-temurun dari para leluhur. Alasan lain ritus ini terus dilaksanakan
yaitu masyarakat ingin untuk memperkuat hubungan kekerabatan dan solidaritas
di antara sesama, baik dalam kehidupan antar umat Katolik maupun dalam
kehidupan bermasyarakat.
Tradisi Semana Santa di Desa Wureh telah mengalami inkulturasi antara
kepercayaan masyarakat lokal, ajaran Gereja dan tradisi yang diwariskan oleh
Bangsa Portugis. Meskipun demikian, perubahan yang muncul tidak
dipermasalahkan tetapi justru dianggap sebagai hal yang memperkaya tradisi
Semana Santa itu sendiri.