Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan
situasi masyarakat di Desa Watoone Pulau Adonara dan praktik pemulihan arwah
orang yang telah meninggal dunia dalam ritus Soga Madak; (2) menjelaskan
konsep indulgensi dalam Gereja Katolik; (3) membuat penilaian atas konsep
pemulihan ritus Soga Madak dalam terang konsep indulgensi Gereja Katolik;
(4) menemukan relevansi praktis penilaian atas konsep pemulihan dalam ritus
Soga Madak dalam terang konsep indulgensi Gereja Katolik bagi karya pastoral
Gereja.
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu metode
penelitian kualitatif. Berkaitan dengan metode penelitian ini, pertama-tama
penulis membuat analisis kepustakaan melalui teks-teks budaya dan sumbersumber
yang mengulas seputar konsep indulgensi dalam Gereja Katolik. Teknik
pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara secara mendalam pada
sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat guna mendalami konteks kebudayaan
masyarakat Watoone dalam kaitan dengan tema ritus Soga Madak.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibuat, beberapa kesimpulan bisa
ditarik antara lain; pertama, dalam ritus Soga Madak terkandung makna
pemulihan bagi arwah orang yang telah meninggal. Kedua, Gereja Katolik
mempunyai konsep indulgensi untuk mendoakan keselamatan orang yang telah
meninggal dunia. Ketiga, dalam ritus Soga Madak sudah terkandung nilai-nilai
Kristiani yang merujuk pada adanya keyakinan akan kehidupan setelah kematian.
Proses dan bentuk dari ritus Soga Madak ditemukan memiliki keselarasan dengan
konsep indulgensi Gereja Katolik. Keempat, temuan makna pemulihan dalam ritus
Soga Madak yang dibaca dalam kerangka konsep indulgensi Gereja itu
mempunyai relevansi praktisnya bagi pengembangan iman umat melalui sebuah
dialog iman dan kebudayaan. Hal itu direalisasikan melalui sebuah pendekatan
pastoral dengan metode katekese pada tataran konseptual antara aspek pemulihan
ritus Soga Madak dan indulgensi dalam Gereja, serta pastoral dalam kaitannya
dengan inkulturasi ibadat arwah.