Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
KLODOR, Fransiskus Xaverius Suban
Subject
223 Kitab pujian Perjanjian Lama
Datestamp
2022-11-24 04:22:32
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna sesungguhhnya dari Pepatah adat
Hi?in Pi Peten Bauk, Pana e Niku Kola, Lewo Soron Lodo, Tana Mayan Gere sebagai bentuk
motivasi dalam hidup. Tulisan ini mengajak Kaum muda khususnya di desa Kenere dan
masyarakat Lamaholot pada umumnya untuk selalu mencintai dan menghayati Knopak atau
knala sebagai warisan budaya dan juga sebagai falsafah yang mesti dilestarikan. Tulisan ini
juga ingin memacuh kaum muda di desa Kenere yang telah kehilangan identitas diri agar
kembali dan menemukan identitasnya kembali sebagai generasi penerus bangsa. Identitas diri
semakin hilang seturut perkembangan globalisasi dan gaya konsumerisme serta hedonisme
yang kian menjangkit lapisan hidup masyarakat. Dasar eksegetis melalui pepatah adat serta
dari teks Kitab Amsal 4:1-27 menjadi bahan rujukan yang relevan bagi kaum muda di desa
Kenere sebagai upaya mengenal diri serta menyadari potensi yang dimiliki untuk
kelangsungan masa depan bangsa dan negara.
Metode dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan deskriptif kualitatif serta
wawancara terhadap tokoh-tokoh adat beserta profil desa Kenere, Solor Selatan. Objek dari
penelitian adalah pepatah adat serta kitab Amsal 4:1-27 dan relevansinya bagi kaum muda.
Wujud penelitian adalah kata, frasa, klausa dalam pepatah adat yang memiliki kaitan dengan
kitab Amsal 4:1-27. Untuk mendukung penelitian ini dibutuhkan literatur-literatur yang
berkaitan dengan kitab Amsal serta potensi yang dimiliki kaum muda.
Berdasarkan penelitian yang dibuat, makna pepatah adat serta nilai-nilai yang
terkandung dalam kitab Amsal 4:1-27 dapat menjadi pegangan untuk kaum muda dalam
menghadapi perubahan zaman. Stigma-stigma negatif dapat dibendung ketika kaum muda
diberi orientasi mencintai dan menghayati pesan-pesan moral dalam pepatah adat serta nilainilai
dalam kitab Amsal 4:1-27 sebagai landasan dalam hidup sehari-hari. Maka, untuk
menemukan makna pepatah adat serta potensi yang dimiliki kaum muda, penulis melalui
kitab Amsal 4:1-27 mengemukakan beberapa poin sebagai berikut, (1) makna pepatah adat
Hi?in Pi Peten Bauk, Pana Ae Niku Kola Lewo Soron Lodo Tana Mayan Gere bagi kaum
muda desa Kenere; (2) kitab Amsal berisikan puisi, peribahasa, petuah serta memuat aturan
yang baik dan benar; (3) kaum muda dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci
Perjanjian Baru beserta pertumbuhan, perkembangan dan potensi yang dimiliki; (4) relevansi
persamaan dan perbedaan yang dimiliki pepatah adat dan kitab Amsal. Melalui teks kitab
Amsal 4:1-27, penulis mengharapkan kebersediaan kaum muda dewasa ini untuk
mengamalkan kebaikan dan kebenaran dengan berlandaskan pesan moral pepatah adat serta
nilai-nilai yang terkandung dalam kitab Amsal 4:1-27.