Abstract :
Industri manufaktur memiliki kontribusi signifikan untuk seluruh industri nasional maupun internasional dan pada saat ini telah membawa perubahan yang berdampak luas dalam segi perekonomian. Pada penelitian ini yang bertempat di PT. Mulia Jaya Mandiri adalah perusahaan manufaktur dengan memberikan layanan jasa oil tools fabrication & repair facilities yang bertempat di kota Balikpapan. Pada
departemen produksi di perusahaan PT Mulia Jaya Mandiri, masih terdapat beberapa hal yang menyebabkan pemborosan (waste) baik berupa waktu maupun penumpukan
bahan baku pada lantai produksi yang menyebabkan produk cacat (defect). Maka
dengan demikian memerlukan metode yang cocok untuk perusahaan agar dapat
meminimalkan waste dalam memperbaiki kapasitas perusahaan. Penerapan yang sesuai
adalah penerapan 5S dengan prinsip lean manufacturing. Maka dari itu, agar dapat
mengidentifikasi terhadap semua waste yang ada pada proses produksi dan mencari
penyebab permasalahan yang membuat adanya waste, serta menggunakan metode Root
Cause Analysis dan selanjutnya membuat penerapan 5S yang menjadi usulan pada
perusahaan. Metode 5S ini akan membantu area kerja menjadi lebih tertata dan terawat
dengan baik sehingga dapat mengurangi pemborosan di area kerja. Hasil yang
didapatkan setelah dilakukannya observasi serta berdasarkan data perusahaan yaitu list
Manufactur Defect Rate yang berupa data produk defect dari hasil produksi di lantai
produksi, didapatkan waste yang terjadi di lantai produksi yaitu berupa waste product
defect, waste transportation, dan waste waiting. Dari hasil yang sudah didapatkan dan
diolah, maka dibuat penerapan 5S dengan prinsip lean manufacturing di lantai produksi
yang menghasilkan rekomendasi usulan dengan penerapan 5S yang terdiri dari seiri
(ringkas) dengan membuat SOP pada ruang penyimpanan material dan membuat label
pada rak penyimpanan material, seiton (rapi) dengan membuat display proses
pembubutan serta membuat laporan pemeliharaan mesin, seiso (resik) dengan
membuat checklist outgoing material dan membuat rekomendasi layout usulan,
vii
seiketsu (rawat) dengan membuat checklist outgoing material serta membuat jadwal
produksi produk rework dan shitsuke (rajin) dengan membuat checklist outgoing
material dan membuat penataan ulang pada tempat penyimpanan material sesuai
penerapan 5S.
Kata Kunci : Defect, Lean Manufacturing, Penerapan 5S, Waste