Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Sibatuara, Janterr Alexander
Subject
HA Statistics
Datestamp
2025-01-09 01:54:39
Abstract :
Industri Kecil Menengah adalah salah satu sektor yang memegang peran strategis dalam mendukung pertumbuhan
ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat struktur ekonomi daerah. Kota Balikpapan dikenal
sebagai kota jasa, perdagangan dan industri yang memiliki 6 kecamatan dengan luas wilayah 51.450,91 ha atau
0,40% dari luas provinsi Kalimantan Timur. Jumlah penduduk Kota Balikpapan mencakup sebanyak 703.61 ribu
jiwa. Permasalahan yang terjadi di Kota Balikpapan ialah peningkatan penduduk usia kerja 18-30 tahun yang
belum terserap dilapangan kerja atau pengangguran. Jumlah pengangguran pada tahun 2023 mencapai 22.749
Jiwa. Akibat dari pertumbuhan angkatan kerja yang terus bertambah akan menyebabkan sedikit atau terbatasnya
jumlah lapangan kerja tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana variabel tingkat pendidikan
dan tingkat upah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di industri kecil menengah Kota Balikpapan.
Peran dari industri kecil menengah diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran. Dengan memperhatikan
pendidikan, pemerataan pendapatan dan melakukan pemberdayaan pada sektor usaha sebagai upaya dalam
mengatasi masalah ketenagakerjaan di Kota Balikpapan. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dari pengambilan
sampel menggunakan slovin diambil sebanyak 100 tenaga kerja dari total populasi tenaga kerja sebanyak 1686
Jiwa. Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan tingkat upah terhadap penyerapan tenaga kerja dianalisis
menggunakan model analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara dan kuesioner.
Didapatkan hasil tingkat pendidikan dan tingkat upah secara bersama-sama memiliki pengaruh positif yang lemah
dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Dan untuk pengujian masing-masing variabel, tingkat pendidikan
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, tingkat upah mempunyai pengaruh
positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Koefisien regresi menunjukkan dimana tingkat upah
memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja.