Abstract :
Situs purbakala merupakan peninggalan leluhur yang
memiliki nilai kebudayaan dan harus dilestarikan. Proses
penemuan situs purbakala (ekskavasi) biasanya memerlukan
waktu yang cukup lama dan biaya yang besar. Agar dalam
proses ekskavasi ini dilakukan secara cepat dan biaya yang lebih
sedikit, diperlukan suatu pendekatan atau metode yang cepat dan
mudah untuk identifikasi situs purbakala tersebut. Oleh karena
itu, metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger
digunakan untuk memprediksi permasalahan ini, yaitu untuk
menentukan posisi situs purbakala Sendang Agung yang baru
saja ditemukan di Desa Urangagung Kecamatan Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo. Untuk identifikasi situs ini, diukur data
resistivitas dua dimensi sebanyak sepuluh lintasan. Data yang
terukur merupakan resistivitas semu yang perlu proses inversi
untuk menghasilkan nilai resistivitas sebenarnya. Dari proses ini,
didapatkan anomali resistivitas pada lintasan 8 yang beririsan
dengan lintasan 1 dan 2 dengan nilai > 200 Ω.m pada dengan
kedalaman 2 meter. Selain itu, anomali juga terdeteksi pada
lintasan 10 yang beririsan dengan lintasan 4, 5 dan 6 pada
kedalaman. 2,5 meter - 5 meter. Ini berkorelasi dengan nilai
resistivitas sampel batu bata yang di uji laboratorium dalam
kondisi basah (± 200 Ω.m). Oleh karena itu, anomali ini
diinterpretasikan sebagai sebaran batu bata kuno yang
terpendam. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa sebaran batu bata pada situs ini berada di kedalaman hingga 3,8 meter pada
daerah selatan dan barat situs utama, sedangkan pada daerah
utara dan timur situs utama terdapat sebaran batu bata kuno di kedalaman 1,6 meter - 2,3 meter.