Abstract :
Amenorrhea Sekunder adalah kondisi yang terjadi pada wanita usia subur
yang sudah pernah haid sebelumnya dan tidak sedang hamil, tetapi tidak mengalami
menstruasi selama 3 siklus berturut-turut atau lebih. Amenorrhea Sekunder bisa
menyebabkan tidak adanya ovulasi yang berdampak menjadi kemandulan.
Akupunktur diharapakn bisa menjadi terapi untuk Amenorrhea Sekunder.
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan studi kasus. Metode
pengumpulan data dilakukan dengan cara Pengamatan (Wang), Pendengaran dan
Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), dan Perabaan (Qie) disertai studi
dokumentasi. Partisipan adalah seorang perempuan berusia 29 tahun yang sudah 3
bulan berturut-turu tidak menstruasi. Terapi diberikan terapi sebanyak 7 kali.
Setelah dilakukan terapi sebanyak 7 kali, didapatkan hasil: menstruasi sudah
didapatkan kembali, sudah tidak pusing, dada sudah tidak terasa penuh tertekan, dan
perut bagian samping sudah tidak terasa kembung.
Untuk meningkatkan efektivitas hasil Asuhan Akupunktur, kepada penderita
Amenorrhea Sekunder disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi
seimbang, sering mengonsumsi daging dan sayuran hijau, serta mengurangi minum
minuman dingin.