Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
NURFADILLAH, ZULFA
Krisyanella, Krisyanella
Susilo, Avrilya Iqoranny
Pudiarifanti, Nadia
Khasanah, Heti Rais
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-09 09:09:03
Abstract :
Latar belakang : Vitamin C merupakan vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama pemprosesan dan penyimpanan. Vitamin C mudah larut dalam air, vitamin yang paling labil karena mudah rusak oleh panas dan udara. Suhu berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C, semakin tinggi suhu maka kandungan vitamin C semakin menurun. Salah satu sediaan vitamin C adalah tablet effervescent. Tablet effervescent adalah tablet yang menghasilkan gas (CO2) sebagai hasil reaksi kimia bahan-bahan penyusun tablet dengan cairan pelarutnya (air). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C pada tablet effervescent yang dilarutkan dengan air pada suhu yang berbeda dan untuk mengetahui suhu yang paling efektif untuk melarutkan tablet effervescent. Metode : penelitian ini merupakan laboratorium eksperimental dengan menggunakan metode titrasi iodimetri. Suhu air yang digunakan 20C, 27 0C, 350C, dan 480C. Hasil : kadar vitamin C pada tablet effervescent dengan air sebagai pelarut pada suhu 2oC 102,703%, suhu air 27oC 96,480%, suhu air 35oC 82,787%, suhu air 48oC 75,316%.
Kesimpulan : suhu pelarut berpengaruh nyata terhadap kandungan asam askorbat dalam sediaan tablet effervescent yang ada dipasaran, Suhu yang paling efektif untuk mendapatkan kadar vitamin C yang paling tinggi adalah pada suhu 20C. Saran : Dari penelitian ini peneliti lain dapat melakukan penelitian serupa dengan variasi lama perendaman pada tablet effervescent untuk mengetahui apakah lama perendaman mempengaruhi kadar vitamin C pada tablet efferveescent.