Abstract :
ABSTRAK
Masalah kesehatan di Indonesia yang masih perlu diwaspadai yaitu terjadi
pada kelompok ibu dan anak yang dapat dilihat dari masih tingginya Angka
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pada kondisi ini
kualitas pelayanan rujukan kebidanan tidak bisa terlepas dari sistem rujukan
yang dilaksanakan oleh bidan desa sebagai pos pelayanan terdepan di
masyarakat, utamanya pada saat pandemi covid-19 seperti saat ini. Selama
pandemi covid-19 didapatkan pasien menolak dirujuk oleh bidan karena
protokol kesehatan difasilitas rujukan yang membutuhkan tes antigen di rumah
sakit. Hal ini menyebabkan menurunnya jumlah rujukan maternal dari FKTP.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Jumlah Kasus Rujukan Sebelum Dan
Selama Pendemi Covid-19 Di PMB Silvi Wilayah Kerja Puskesmas Kowel.
Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Populasi
dalam penelitian ini adalah Semua kasus rujukan bulan September 2019-
September 2020 sebanyak 44 kasus. Sampel pada penelitian ini adalah semua
kasus rujukan di PMB Silvi. Pengumpulan data menggunakan data sekunder
yaitu buku rujukan bidan.
Berdasarkan hasil penelitian di PMB Silvi wilayah kerja Puskesmas Kowel
didapatkan bahwa sebelum pandemi covid-19 terdapat 30 kasus rujukan ibu
hamil yang bersedia untuk dirujuk sedangkan selama pandemi terdapat 14
rujukan ibu hamil yang menolak untuk dirujuk, kasus rujukan mengalami
penurunan disebabkan karena ibu hamil tidak bersedia mengikuti prosedural
covid-19 di faskes lanjutan.
Bagi Bidan Praktik Mandiri diharapkan dapat memberikan edukasi
mengenai protokol kesehatan covid-19 di pelayanan kesehatan tingkat pertama
maupun lanjutan dan diharapkan bidan tidak pernah berhenti untuk selalu
memberikan KIE ataupun penyuluhan kepada masyarakat mengenai protokol
kesehatan dan prosedur rujukan selama pandemi guna membantu menurunkan
tingkat AKI dan AKB.