Abstract :
Rasa nyerimerupakankeadaantidaknyaman pada pasienpost sectiocaesareadan nyeri paling hebatterjadi pada 12-36 jam post sectiocaesarea. Aroma terapidapatdigunakansebagaiintervensi alternative untukmengatasinyeripost sectiocaesarea. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiperbedaanpenguruhefektivitasantara aroma terapibitter orange dan aroma lavender terhadappenurunanintesitasnyeripasienpost sectiocaesare di Siloam Hospitals Surabaya.
Penelitianinimenggunakanmetodekuantitatifdenganquasy experimental denganrancanganpre- post test with control group design denganvariable independent aroma terapi dan variable dependent nyeripost sectiocaesarea. Sampel 16 responden, 8 respondenkelompokbitter orange dan 8 respondenkelompok lavender. Teknik pengambilansampelmenggunakannon probability sampling denganpendekatanpurposive sampling. Instrumen yang digunakan numeric rating scale (NRS). Data diolahdenganuji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengannilai ? = 0.05
Hasil penelitianmenunjukan rata ratapenurunanintensitasnyerikelompokbitter orange4,3, rata ratapenurunanintensitasnyerikelompok lavender 4,8. Berdasarkan uji statistic p (0,014<0,05) Ho ditolakartinyaadapengaruhpemberian aroma terapibitter orangeterhadappenurunanintensitasnyeripost sectiocaesarea. Aromaterapibitterorangelebihefektifmengatasinyeripostsectiocaesareadibandingkanaromaterapi lavender.Berdasarkan uji statistik Mann Whitney menunjukkan p value 0,442 (p>0,05), berartitidakadaperbedaanpengaruhantaraaromaterapibitter orange dan aromaterapi lavender, kedua aroma terapitersebutefektifmenurunkannyeripostsectiocaesarea
Rekomendasipenelitianiniadalahmenggunakanaromaterapibitter orange dan aromaterapi lavender sebagaiintervensialternatif yang digunakanuntukmenurunkannyeripostsectiocaesarea.