Abstract :
Cerebral Palsy adalah sekelompok gangguan permanen pada perkembangan
gerakan dan postur tubuh karena keterbatasan aktivitas yang dikaitkan dengan gangguan
tidak progresif yang terjadi pada otak janin atau bayi yang berkembang. Gangguan
motorik dengan gangguan otak yang sering disertai gangguan sensasi, presepsi, kognitif,
komunikasi, dan perilaku. Salah satu metode rehabilitasi cerebral palsy ialah Neuro
Development Treatment (NDT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
manfaat terapi latihan dengan metode Neuro Development Treatment untuk
meningkatkan kemampuan fungsional pada pasien cerebral palsy spastik diplegia.
Studi kasus ini dilakukan terhadap pasien dengan diagnosis cerebral palsy spastik
diplegia dan diberikan intervensi fisioterapi dengan metode Neuro Development
Treatment. Pemeriksaan yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab mengenai
pasien maupun keadaan pasien, kepada pasien (autoanamnesis) atau kepada orang
terdekat dengan pasien (heteroanamnesis). Anamnesis pada kasus ini dilakkukan
dengan metode hetero anamnesis yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung pada
orang terdekat pasien.
Hasil penelitian setelah dilakukan terapi selama 2 kali menunjukkan bahwa pasien
dengan diagnosis cerebral palsy spastik diplegia tidak mengalami penurunan spastisitas
dan peningkatan kemampuan fungsional. Dikarenakan membutuhkan waktu yang
lama dan intensitas yang banyak untuk menuntut adanya banyak perubahan.
Berhubungan juga dengan dukungan dan minat keluarga terutama orang tua
pada anak, serta melihat kondisi pada anak apakah mampu untuk mengikuti
terapi seraca rutin.
Disarankan kepada responden untuk melakukan terapi secara rutin
melanjutkan latihan dirumah sesuai yang telah dilakukan terapis dengan
bimbingan dan dukungan segenap anggota keluarga terutama orang tua agar
kemampuan fungsional dapat bertambah.