Institusion
Universitas Brawijaya
Author
Nurdiyan, -
Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, S.T., M.Kes
Maharani Pertiwi K, S.Si., M.Biotech.,Ph.D
Subject
Datestamp
2024-05-29 07:47:03
Abstract :
Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik anak. Penyebab stunting
diantaranya faktor gizi, pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan,
pengetahuan ibu dan riwayat BBLR. Dukungan asupan gizi yang baik untuk
anak memerlukan kemampuan ibu dalam memberikan pengasuhan pada anak
dan sanitasi lingkungan keluarga. Latar belakang pendidikan orang tua juga
merupakan unsur penting dalam menentukan status gizi anak. Tujuan
penelitian mengidentifikasi hubungan pola asuh orangtua dengan kejadian
stunting anak usia balita, mengidentifikasi hubungan sanitasi lingkungan
dengan kejadian stunting anak usia balita dan perencanaan percepatan
penurunan angka stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan uji ChiSquare dan Analisis SWOT. Sampel berjumlah 34 dengan teknik sampling
yang digunakan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan sebanyak
41,2 % responden dengan pola asuh otoriter memiliki anak stunting dan
terdapat hubungan pola asuh orangtua dengan kejadian stunting anak usia
balita dengan p-value 0,002. Penelitian menunjukan sebanyak 44,1 %
responden dengan sanitasi lingkungan tidak sehat memiliki anak stunting dan
terdapat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting anak usia
balita dengan p-value 0,00. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan angka
stunting di desa Kedungdowo naik turun grafiknya, namun ditahun 2021 memiliki
angka lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari
hasil penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan. Program memang telah
berjalan dengan baik namun ada strategi yang diperlukan untuk memaksimalkan
hal tersebut. Tetapi masih terdapat beberapa kendala yang terjadi di lapangan
seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengetahuan
tentang stunting, sarana dan prasarana yang belum memadai. Saran kepada
pihak instansi Pemerintah Desa, tenaga kesehatan Desa, dan orangtua yang
memiliki balita hendaknya saling bersinergi untuk meningkatkan status gizi
balita yang dimulai dari menambah wawasan atau pengetahuan pentingnya
pola asuh dan sanitasi yang baik agar mengurangi resiko stunting.