Abstract :
Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan metode Tail Immersion
dan Tail Flick terhadap uji efek analgesik Pethidin HCI pada mencit betina (Mus
musculus) galur Swiss Webster. Mencit betina dibagi menjadi 2 kelompok secara
acak untuk masing-masing metode yaitu kelompok kontrol yang diberi NaCI 0,9%
14 mi/KgBB dan kelompok uji yang diberi Pethidin HCI 35 mg!KgBB dalam
bentuk larutan 0,25% secara sub kutan. Parameter yang diamati pada masing-masing
metode adalah rentang waktu sampai terjadi jentikkan ekor mencit betina
akibat panas yang dihasilkan dari alat Waterbath dan Tail-Flick modifikasi
versi 3. Perhitungan statistik dengan uji t-bebas diperoleh basil bahwa ada
perbedaan bermakna pada kelompok kontrol dan uji, sehingga dapat dikatakan
bahwa alat Waterbath pada metode Tail Immersion dan Tail Flick modifikasi 3
pada metode Tail Hick dapat digunakan untuk uji analgesik. Pada analisa data
dengan uji faktorial diketahui bahwa metode Tail Immersion memiliki rentang
respon yang lebih lama dibanding metode Tail Flick.