Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris mengenai analisis
kesehatan bank pada CAMEL pada BPD Di Provinsi Indonesia Bagian Tengah seperti
BPD Bali, BPD Kalsel, BPD Kaltimtara, BPD Sultra dan Indonesia Bagian Timur yaitu
BPD Papua Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini yaitu Capital Adequacy Ratio,
Asset, Management, Earning dan Liquiditas. Pengujian ini menggunakan analisis
perbandingan rasio keuangan yang laporannya diambil dari laporan laba rugi
perusahaan atau rasio keuangan.
Hasil pengujian ini dikatakan bahwa nilai (Capital Adequacy Ratio) CAR pada
BPD Papua yang paling rendah sepanjang tahun 2013-2018. Nilai (Non Performing
Loan) NPL BPD Bali adalah yang paling sehat di antara BPD lainnya. Nilai Beban
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BPD kalsel menjadikan
pendapatan bunga yang didapat lebih banyak dibandingan beban bunga yang diperoleh.
Net Interest Margin (NIM) BPD Kalsel dan BPD Sultra memiliki nilai pendapatan
bunga bersih yang sehat karena sudah dikurangi dengan beban pokok. Nilai Return on
Assets (ROA) pada Kaltimtara masih menunjukkan nilai yang paling stabil karena
kemampuan bank menggunakan asset dikelola dengan efektif dan efisien. Nilai (Return
on Equity) ROE BPD Bali dan BPD Sultra terlihat bahwa modal sahamnya kuat
sehingga laba yang diuntungkan pun meningkat. Nilai (Loan to Deposit Ratio) LDR
BPD Bali dan BPD Papua memiliki tingkat LDR yang dapat dikatakan sehat karna
pertahunnya BPD Bali dan BPD Papua mampu membayar utang jangka panjangnya
sebelum jatuh tempo.