Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Hasibuan, Fariza Ramadani
Subject
371.3 Metode, kegiatan belajar mengajar; metode pembelajaran
Datestamp
2020-03-09 02:59:17
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan
masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model
pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan
pembelajaran konvensional di kelas XI MA Tahfizhil Qur?an Medan Yayasan
Islamic Centre Sumatera Utara Tahun Pelajaran 2018/2019.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi
eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MA Tahfizhil Qur?an Medan
Yayasan Islamic Centre Sumatera Utara Tahun Pelajaran 2018/2019 yang yang
berjumlah 147 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah di kelas XI IPA-1 dan XI
IPA-2 yang masing-masing berjumlah 38 siswa, yang ditentukan dengan cara cluster
random sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kemampuan
pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis. Analisis data dilakukan
dengan analisis varians (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil Temuan
ini menunjukkan: 1) Kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran
matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik
dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi integral
dengan Fhitung
= 10,723 > Ftabel pada taraf (? = 0,05) = 3,905; 2) Kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran
berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran
konvensional pada materi integral dengan Fhitung = 7,729 > Ftabel
pada taraf (?= 0,05)
= 3,970 dan dilanjutkan dengan Uji Tukey diperoleh Q3(A
1B1 dan A
2B1
) Qhitung
>
Qtabel di mana Q
hitung
= 3,932 dan Q
tabel
= 2,863; 3) Kemampuan penalaran matematis
siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah tidak lebih baik dari
pada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi integral
dengan Fhitung = 3,532 < Ftabel
pada taraf (?= 0,05) = 3,970 dan dilanjutkan dengan Uji
Tukey diperoleh Q4(A
1B2 dan A
2B2
) Qhitung < Qtabel di mana Q
hitung =
2,658 dan Q
tabel
=
2,863; 4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran yang
digunakan terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran
matematis siswa dengan Fhitung
= 0,291 < Ftabel
pada taraf (?= 0,05) = 3,905.
ii
Simpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kemampuan pemecahan
masalah matematis dan kemampuan penalaran matematis siswa lebih baik diajarkan
dengan model pembelajaran berbasis masalah.