Abstract :
Infeksi adalah penyebab kematian utama setelah penyakit gangguan
kardiovaskular. Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan
membersihkan jari-jemari menggunakan air atau cairan lainnya oleh manusia
dengan tujuan untuk menjadi bersih. Mencuci tangan merupakan salah satu cara
paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan keracunan makan. Antimikroba
adalah zat atau substansi pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang
merugikan. Antimikroba pada dasarnya memiliki dua mekanisme yaitu,
bakteriostatik (melemahkan bakteri) dan bakterisida (membunuh bakteri).
Penelitian ini dilakukkan untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni kuman
sebelum dan sesudah menggunakan Hand Sanitizer dengan metode swab pada
telapak tangan kanan mahasiswa Fakultas Kedokteran UKI. Pengumpulan data
diambil dari hasil inkubasi kuman yang ditanam di media agar. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif analisis untuk melihat perbandingan jumlah
koloni kuman sebelum dan sesudah menggunakan Hand Sanitizer. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada Hand sanitizer 1, rata-rata jumlah koloni
bakteri sebelum dicuci sebesar 170,20, dan setelah dicuci sebesar 72,87. Pada
hand sanitizer 2, rata-rata jumlah koloni bakteri sebelum dicuci sebesar 190,00,
dan setelah dicuci sebesar 67,27. Pada hand sanitizer 3, rata-rata jumlah koloni
bakteri sebelum dicuci sebesar 256,93, dan setelah dicuci sebesar 72,07. Terdapat
perbedaan bermakna antara jumlah koloni sebelum dan setelah mencuci tangan
dengan ketiga jenis hand sanitizer yang ditunjukkan dengan nilai Sig < 0,05.
Tetapi berdasarkan uji statistik diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata
jumlah koloni setelah mencuci tangan antara ketiga jenis hand sanitizer yang
ditunjukkan dengan nilai Sig (0,987) > 0,05.
Kata kunci : Hand Sanitizer, Koloni Kuman