Abstract :
Tanaman salam telah dikenal sejak dulu untuk berbagai keperluan. Bagian tanaman
yang paling sering dimanfaatkan adalah bagian daun karena daun salam mengandung
beberapa zat aktif seperti alkaloid, tanin, minyak atsiri, dan flavonoid. Beberapa penelitian
yang dilakukan terbukti bahwa daun salam memiliki efek antibakteri. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana efek antibakteri dari daun salam terhadap kuman
Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini, konsentrasi daun salam yang dipergunakan
adalah 10%,30%,50%,80%,100% (sebagai kontrol) dilakukan sebanyak 10 kali percobaan.
Uji sensitivitas menggunakan metode Kirby bauer, dan zona hambatan yang terbentuk
akan diukur dengan jangka sorong. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa
ke 5 konsentrasi tersebut menghasilkan daya hambat dengan diameter yang berbeda yaitu
7,9 mm, 9,6mm, 11,3mm, 15,4mm, dan 20,5mm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun salam makin menghambat pertumbuhan
Staphylococcus aureus.