Abstract :
Infeksi adalah penyebab kematian utama setelah penyakit gangguan kardiovaskuler.
Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersikan jari-jemari
menggunakan air atau pun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi
bersih. Mencuci tangan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah
penyakit diare dan keracunan makan.
Antimikroba adalah zat atau substansi
pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan. Antimikroba pada dasarnya
memiliki dua mekanisme yaitu, bakteriostatistik (melemahkan bakteri) dan
bakterisida (membunuh bakteri). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
perbandingan jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus setelah mencuci tangan
dengan sabun cair dan hand sanitizer pada mahasiswa kedokteran UKI angkatan
2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah swab pada telapak tangan
kanan mahasiswa kedokteran UKI angkatan 2013. Penanaman bakteri dilakukan pada
media agar darah dan manitol salt agar (MSA). Penelitian menggunakan metode
deskriptif analisis untuk melihat perbandingan jumlah koloni bakteri Staphylococcus
aureus setelah mencuci tangan menggunakan sabun cair dan hand sanitizer. Hasilnya
menunjukkan jumlah rata-rata koloni bakteri setalah mencuci tangan menggunakan
sabun cair 8.60, dan setelah mencuci tangan dengan hand sanitizer 4.00. Hasil Uji
stastistik dengan uji Independent Samples Test dan didapatkan p<0.05.
Kata kunci : Sabun Cair, Hand sanitizer, Staphylococcus aureus