Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
MUHAMMAD IMAM JUMARI, NIM.152016047
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery
Datestamp
2020-10-01 06:32:47
Abstract :
Abstrak-Proses produksi kemplang seringkali menghasilkan produk cacat pada saat proses
pemotongan menggunakan mesin. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perawatan pada mata pisau
pemotong kemplang, yang menimbulkan kerugian dalam efisiensi waktu dan produk yang
dihasilkan kurang maksimal. Oleh karena itu dibutuhkan suatu tindakan pencegahan yang dapat
meminimasi faktor yang menyebabkan banyaknya cacat produksi . Berdasarkan permasalahan
tersebut maka perlu dilakukan langkah-langkah dalam pemeliharaan mesin pemotong atau perajam
kemplang untuk menjaga dan untuk meningkatkan efesiensi mesin selama produksi berlangsung
serta memaksimalkan hasil produksi. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE)
menggunakan tiga sudut pandang untuk mengidentifikasi six big losses yaitu availibility,
performance dan quality . Hasil perhitungan kinerja dengan metode overall equipment
effectiveness (OEE) pada mesin pemotong kemplang selama 4 minggu ini telah dapat dilihat bahwa
nilai rata-rata overall equipment effectiveness (OEE) sebesar 39,08 %, nilai tebesar terdapat pada
tanggal 24 April 2020 dengan persentase 48,81 % dan persentase terkecil terjadi pada tnggal 11
April 2020 dengan persentase 29,65 %, yang berarti kinerja mesin belum efektif karena nilai OEE
masih dibawah standar world class OEE sebesar 85,0 %.