Abstract :
Pondasi adalah struktur bagian bawah dari konstruksi bangunan yang berhubungan
langsung dengan tanah dan merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam
pekerjaan teknik sipil, karena pondasi inilah yang akan memikul dan menahan
suatu beban yang bekerja di atasnya. Dalam perencanaan pondasi perlu
diperhitungkan besar beban yang diterima dan daya dukung tanah setempat. Setiap
pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah
ditentukan. Tujuan dari studi ini untuk menghitung daya dukung pondasi bore pile,
dimana kapasitas daya dukung pondasi dihitung berdasarkan data Standart
Penetration Test (SPT) dengan menggunakan 2 Metode yaitu Metode Meyerhoof
dan Metode Reese & Wright. Dari hasil analisa dan perhitungan daya dukung tiang
hasil SPT dengan kedalaman 10 m dan diameter tiang 80 cm, berdasarkan Metode
Meyerhoof, daya dukung tiang tunggal (Qijin) sebesar 194,747 ton, sedangkan
menggunakan Metode Reese & Wright, daya dukung tiang tunggal (Qijin) sebesar
163,95 ton. Berdasarkan hasil perhitungan efesiensi dengan Metode Converse –
Labarre didapat Q gabungan (2 tiang dilapangan) dengan Metode Meyerhoof
sebesar 350,934 ton, dan menggunakan Metode Reese & Wright Q gabungan (2
tiang di lapangan) sebesar 295,438 ton. Hasil perhitungan beban aksial yang
dipikul oleh bore pile dengan menggunakan aplikasi SAP 2000 adalah sebesar P =
776,117 ton. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Q gabungan bore pile jika
hanya menggunakan 2 tiang tidak aman terhadap beban aksial bangunan. Namun
jika menggunakan 6 tiang dengan Metode Meyerhoof dimana Q gabungan didapat
sebesar 899,934 ton > P = 776,117 ton, maka pondasi aman dalam memikul beban
yang ada di atasnya.