Abstract :
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, kuantitatif regresi berganda.
Dari hasil analisis diperole : 1. Status kepemilikan Sapi Potong umumnya milik sendiri yaitu Langkat dan Deli Serdang 100%, sedangkan Tapnuli Selatan 81,25 %, sisanya
menyewa.
2. Skala usaha umumnya berskala kecil yaitu Langkat dan Tapanuli
Selatan 88 %, Deli Serdang 69% sisanya adalah skala sedang
dan besar.
3. Status pekerjaan pokok peternak secara umum petani dalam
arti luas,
sedangkan peternak hanya sebagian kecil yaitu Langkat 3%, Tapanuli
Selatan 5,8 % dan Deli Serdang 26%. 4. Sistim pemeliharaan Sapi Potong sebagian besar adalah
campuran
digembalakan dan dikandangkan yaitu Langkat 41,18 %,
Tapanuli
Selatan 78,57% dan Deli Serdang 65,63%.
5. Tujuan pemeliharaan Sapi Potong adalah untuk pengembangan dan
penggemukan yaitu Langkat (29,41 % dan 70,59 %), Tapanuli
Selatan
(58,93% dan 41,07%), Deli Serdang (48,88% dan 53,13%).
6. Di daerah, secara umum terdapat 6 (Enam) saluran pemasaran.
Peternak dominan menjual Sapi Potong kepedagang pengumpul di
Tapanuli Selatan ( 3 2,14% ) dan ke pedagang perantara di Langkat
(35,90%) dan Deli Serdang (36,17%).