Abstract :
Perilaku delinkuen adalah perilaku menyimpang dari norma-norma sosial
yang dilakukan oleh remaja seperti kecanduan obat-obatan, merampas milik orang
lain, membolos, merusak lingkungan, dan tawuran. Santrock (2003) menyatakan
bahwa faktor yang membentuk perilaku delinkuen yaitu hubungan yang kurang
harmonis antar anggota keluarga, antara lain hubungan dengan saudara kandung
dan sanak saudara. Hubungan yang buruk dengan saudara kandung atau disebut
dengan istilah sibling rivalry cenderung menjadi pola dasar dalam menjalin
hubungan sosial ketika berada di luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara sibling rivalry dengan perilaku delinkuen pada
siswa SMA PAB 8 Saentis. Sampel penelitian berjumlah 60 orang dan 30 orang
untuk data uji coba. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik
purpossive sampling. Alat ukur yang digunakan ialah 2 buah skala yaitu skala
sibling rivalry menggunakan 3 aspek dari Yati dan Mangunsong (2008) dan skala
perilaku delinkuen berdasarkan ciri-ciri dari hurlock (1999). Metode
pengumpulan data menggunakan skala Guttman untuk variabel sibling rivalry,
skala beda semantik untuk variabel perilaku delinkuen. Metode analisi data
menggunakan teknik korelasi product moment dari pearson. Hasil penelitian ini
menunjukkan ada hubungan anatara sibling rivalry dengan perilaku delinkuen
yaitu rxy 0,451 dengan signifikan p = 0.000 < 0,05. Kontribusi sibling rivalry
terhadap perilaku delinkuen adalah sebesar 20.3%.