Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Mustaqimah, Muthiyah Vivi
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2025-07-31 23:36:47
Abstract :
Kondisi kronis yang dikenal sebagai diabetes melitus
berkembang saat pankreas tidak menghasilkan insulin dengan jumlah
yang sesuai atau tubuh tidak memakai insulin secara efektif. Komplikasi
serius yang memengaruhi sistem kardiovaskular, sirkulasi, penglihatan,
fungsi ginjal, dan sistem saraf dapat berkembang akibat penyakit ini jika
tidak diobati dengan baik. Setelah hipertensi, diabetes melitus
menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit tidak menular pada
tahun 2023 menurut hasil survei di Puskesmas Kassi Kassi Kota
Makassar. Kasus diabetes melitus di Puskesmas Kassi Kassi Kota
Makassar meningkat sebesar 2.015 kasus pada tahun 2022, dan
meningkat sebesar 2.842 kasus pada tahun 2023, peningkatannya
sangat meningkat. Sebanyak 720 kasus diabetes melitus pada orang
berusia 45 sampai 64 tahun pada periode Januari-Oktober 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan kejadian diabetes melitus pada usia produktif di wilayah kerja
Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar Tahun 2024.
Penelitian ini menerapkan strategi penelitian cross-sectional
berdasarkan data survei dan merupakan penelitian observasional
analitik. Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 120 orang yang
diambil dengan menggunakan pendekatan purposive sampling,
dengan jumlah populasi sebanyak 3.661 orang. Kuesioner digunakan
untuk mengumpulkan data, lalu dianalisis dengan uji chi-square melalui
tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05).
Hasil penelitian ini menggambarkan adanya korelasi antara
prevalensi diabetes melitus dengan faktor-faktor seperti riwayat
keluarga (ρ = 0,002), tingkat aktivitas fisik (ρ = 0,004), kebiasaan makan
(ρ = 0,001), serta tingkat stres (ρ = 0,000). Di Puskesmas Kassi Kota
Makassar tahun 2024 tidak ditemukan korelasi antara kejadian diabetes
melitus dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) (ρ = 0,241).
xix
Peneliti mengharapkan agar puskesmas dapat meningkatkan
upaya promotif dan preventif terkait diabetes melitus. Hal ini dapat
dicapai dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat,
memfasilitasi pemeriksaan gula darah, dan memberikan informasi
yang mudah diakses melalui poster atau leaflet.