Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Muhammad Hidayat, Muhammad Hidayat
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-14 02:39:48
Abstract :
Sebagai negara berkembang, pertanian Indonesia sangat penting dalam
menyediakan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi sumber
pendapatan nasional serta devisa negara. Namun, risiko seperti bencana alam,
perubahan iklim, dan fluktuasi harga pasar dapat menyebabkan gagal panen dan
kerugian besar bagi petani. Oleh karena itu, untuk melindungi petani dari risiko
gagal panen, pemerintah meluncurkan Program Asuransi Pertanian Padi (OUTP).
Di Kabupaten Luowu bagian utara, partisipasi karyawan dalam program AUTP
berfluktuasi dan pada tahun 2024 menurun tajam.
Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan karakteristik sosial ekonomi
petani peserta Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (2) Mendeskripsikan
prosedur keikutsertaan petani dan prosedur ganti rugi Program Asuransi Usahatani
Padi (AUTP), (3) Mendeskripsikan kegiatan keikutsertaan petani dalam program
Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (4) Mendeskripsikan risiko yang dialami petani
peserta Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (5) Menganalisis persepsi petani
terhadap Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (6) Menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi petani terhadap Program Asuransi Usahatani Padi
(AUTP). Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu
Utara dan berlangsung selama 3 bulan yaitu Mei-Agustus 2025. Populasi dalam
penelitian ini adalah petani yang mengikuti Program Asuransi Usahatani Padi
(AUTP) yang ada di Kecamatan Bone-Bone dan sudah pernah mengklaim Asuransi
dengan jumlah populasi sebanyak 180 petani. Sedangkan sampel dalam penelitian
ini yaitu berjumlah 65 petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik petani peserta
Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) berada pada usia produktif 40–51 tahun
(52,3%) dengan tingkat pendidikan dominan SMA (49,2%). Sebagian besar petani
memiliki lahan sempit (0,15–0,80 ha) dan pengalaman berusahatani antara 18–32
tahun (55,4%). Rata-rata pendapatan petani per musim tanam adalah Rp26.941.583.
Rata-rata produktivitas petani adalah 7.026 Kg/ha. (2) Prosedur keikutsertaan
petani dalam program AUTP berjalan sesuai pedoman dan melibatkan berbagai
pihak secara sinergis. Sosialisasi efektif meningkatkan pemahaman petani tentang
pentingnya perlindungan usaha tani. Proses klaim diawali laporan gagal panen ke
PPL dan ketua kelompok, dilanjutkan verifikasi oleh tim teknis dan PT Jasindo. Jika
kerusakan ≥75%, klaim disetujui dan ganti rugi dibayarkan melalui koordinasi
lintas lembaga, (3) Kegiatan keikutsertaan petani pada program AUTP berjalan
dengan baik, namun tahap perencanaan dan evaluasi masih memerlukan penguatan,
terutama dalam hal keterlibatan petani dan transparansi evaluasi, (4) Petani di
Kecamatan Bone-Bone menghadapi berbagai tantangan dalam usahatani padi,
mulai dari keterbatasan modal, tenaga kerja, hingga akses pasar. Risiko paling
umum terjadi pada tahap panen, di mana 100% petani mengalami kerusakan hasil
akibat hama atau cuaca ekstrem. Program AUTP sangat relevan karena memberikan
perlindungan atas risiko tersebut. Meski tidak menanggung biaya input, AUTP
membantu petani bangkit dari kerugian dan mendukung keberlanjutan usaha tani,
khususnya bagi petani kecil yang rentan secara ekonomi, (5) Persepsi petani
terhadap AUTP di Kecamatan Bone-Bone secara keseluruhan tergolong kategori
tinggi dengan total skor 5.246, (6) Faktor pengetahuan, sosialisasi dan jumlah premi
terbukti berpengaruh signifikan dan positif terhadap program AUTP.