Abstract :
Usaha ternak ayam potong semakin berkembang dan menjadi sumber
penghasilan utama bagi masyarakat. Namun, di balik manfaat ekonominya, usaha
ini juga berpotensi menimbulkan masalah sosial seperti konflik dengan warga
sekitar serta dampak lingkungan seperti pencemaran bau dan limbah. Tanpa
pengelolaan yang baik, keberadaan peternakan dapat mengganggu kenyamanan dan
kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif untuk
menilai dampak secara menyeluruh dan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan
pengelolaan usaha ternak yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tujuan
penelitian ini. (1) Mendeskripsikan proses produksi pada usaha ternak ayam potong
di Desa Julukanaya, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. (2) . Menganalisis
jumlah produksi dan pendapatan pada usaha ternak ayam potong di Desa
Julukanaya, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. (3). Menganalisis dampak
usaha ternak ayam potong terhadap kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan
masyarakat.
Penentuan sampel masyarakat menggunakan metode purposive mengambil
15 orang pada setiap usaha dengan pertimbangan (1) bertempat tinggal di sekitar
usaha peternakan ayam (2) bersedia diwawancarai. Jumlah sampel masyarakat
adalah 60 orang.Populasi dalam penelitian ini ada 2 jenis, yaitu populasi usaha
peternak ayam dan populasi masyarakat sekitar usaha peternakan ayam Potong
Jumlah pengusaha ternak ayam potong, adalah 4 unit usaha. Penentuan sampel
peternak menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh usaha peternakan
ayam potong yang berjumlah 4 unit usaha dan informan pada usaha ternak ayam
potong yaitu pemilik usaha dan karyawan yang bekerja pada bagian pemeliharaan
di pilih sebanyak 2 orang per usaha sehingga jumlah informan adalah 4 pengusaha
dan 8 karyawan pada bagian pemeliharaan serta masyarakat sekitar, sehingga
jumlah total responden adalah 12 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses produksi ayam potong di
Desa Julunakaya, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, pertama proses
persiapan kandang meliputi kegiatan pembersihan kandang selama satu periode per
bulan dan memastikan bahwa persiapan kandang siap untuk pengisian (DOC) atau
bibit ayam, kedua : proses pengisian kandang yang di lakukan adalah DOC atau
bibit ayam di masukkan ke dalam kandang dan dipastikan bahwa semua (DOC)
dalam keadaan sehat. Ketiga : proses pemeliharaan ayam berlangsung selama satu
bulan meliputi pemberian pakan dan air minum tiga kali dalam satu hari. Pemberian
vaksinasi dan obat-obatan diberian pada saat ayam berusia 5 hari. Keempat : ketika
ayam berumur 35 hari ayam akan ditimbang di cek untuk memastikan bahwa ayam
yang diangkut berada pada kondisi sehat dan memungkinkan untuk diangkut dan
ditimbanag berat ayam satu persatu untuk memastikan ayam siap dijual. (2)
Produksi ayam potong di Desa Julunakaya, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten
Gowa yaitu produksi 8.231 ekor dengan harga ayam per ekornya Rp 50.000 di
dapatkan penerimaan sebesar Rp 411.550.000. Adapun total biaya tetap dan biaya
variabel sebesar Rp 187.236.012, penerimaan di kurang total biaya di dapatkan
pendapatan sebesar Rp 224.313.988. (3) Dampak ekonomi Penyerapan tenaga kerja
dalam usaha ternak ayam potong memberikan dampak positif yang signifikan
terhadap ekonomi lokal dan tidak mempengaruhi harga komodiitas lokal. Dampak
sosial memberikan dampak positif seperti bantuan sosial yang diberikan, baik
berupa materi maupun non materi, dianggap efektif dalam mendukung usaha
peternakan di desa tersebut, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat dan kebisingan aktivitas operasional di peternakan ayam potong,
seperti suara ayam atau alat produksi, dinilai oleh sebagian besar masyarakat tidak
mengganggu kenyamanan lingkungan desa secara keseluruhan. Dampak
lingkungan seperti pencemaran lingkungan berdampak negatif usaha ternak ayam
potong, terutama terkait dengan limbah dari ayam dan Gangguan kesehatan juga
menjadi salah satu dampak negatif dari usaha ternak ayam potong.