Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Nurul Istiqamah, Nurul Istiqamah
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 04:57:48
Abstract :
Tempe dan tahu sebagai salah satu sumber protein nabati mempunyai
tingkat konsumsi lebih tinggi dibandingkan makanan sumber protein hewani
seperti daging atau ikan. Pada umumnya, masyarakat cenderung memilih
mengonsumsi barang dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini juga berlaku
pada produk seperti tahu dan tempe, yang dinilai lebih ekonomis dibandingkan
dengan sumber protein hewani lainnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan karakteristik
konsumen yang membeli tempe dan tahu di Kelurahan Tamamaung Kota
Makassar. (2) Mengidentifikasi jumlah konsumsi tempe dan tahu yang dibeli
konsumen. (3) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah konsumsi
tempe dan tahu rumahtangga. (4) Menganalisis elastisitas permintaan tempe dan
tahu rumahtangga. Penelitian dilakukan di Kelurahan Tamamaung, Kota
Makassar selama 1 bulan yaitu dari bulan Juli–Agustus 2024. Populasi sampel
yang digunakan pada penelitian ini dibulatkan menjadi 100 keluarga di mana yang
menjadi responden adalah ibu rumahtangga yang mengonsumsi tempe dan tahu.
Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi
berganda dan analisis elastisitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik rumahtangga
konsumen tempe dan tahu di Kelurahan Tamamaung adalah ibu rumahtangga,
berusia 22 sampai 56 tahun, pendidikan terakhir SMA/SMK hingga S1, memiliki
berbagai macam pekerjaan atau profesi. (2) Rata-rata jumlah konsumsi tempe
dalam satu bulan adalah sebesar 4,51 Kg, untuk jumlah konsumsi tempe terendah
sebesar 3 Kg/bulan dan tertinggi sebesar 6 Kg/bulan. (3) Faktor-faktor yang
mempengaruhi jumlah konsumsi tempe di Kelurahan Tamamaung adalah harga
tempe, harga tahu, harga ikan dan harga telur ayam, sedangkan pendapatan
rumahtangga dan jumlah anggota rumahtangga tidak berpengaruh terhadap
konsumsi tempe. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah konsumsi tahu adalah
harga tempe, harga tahu dan pendapatan rumahtangga, sedangkan harga ikan,
harga telur ayam dan jumlah anggota rumahtangga tidak berpengaruh terhadap
konsumsi tahu. (4) Elastisitas permintaan tempe yaitu elastisitas harga tempe
sebesar -0,196 artinya tempe bersifat inelastis. Elastisitas permintaan tahu yaitu
elastisitas harga tahu sebesar -0,907 artinya tahu bersifat inelastis.