Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Dwi Nurmawanti, Dwi Nurmawanti
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 04:58:11
Abstract :
Murbei adalah tanaman perdu atau pohon kecil dari famili Moraceae yang
dikenal karena daunnya menjadi pakan utama ulat sutera (Bombyx mori). Kendala
utama dalam perbanyakan tanaman murbei adalah rendahnya tingkat keberhasilan
stek, yang disebabkan oleh kurangnya pembentukan akar pada stek yang ditanam.
Hal ini menyebabkan setek murbei gagal tumbuh dengan baik, sehingga
memperburuk hasil perbanyakan tanaman secara keseluruhan. Perkembangan akar
dan pucuk pada setek murbei dapat ditingkatkan dengan pemberian zat pengatur
tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pemberian ZPT air
kelapa dan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan setek tanaman murbei. Penelitian
ini dilaksanakan di Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biring Kanaya, Kota
Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan April - Juni 2025. Penelitian menggunakan
rancangan acak kelompok pola faktorial dua faktor. Faktor pertama, air kelapa yang
terdiri atas tiga taraf yaitu kontrol, 100 ml/L air, 200 ml/L air. Faktor kedua, ekstrak
tauge yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol, 50 g/L air, 100 g/L air, 150 g/L air dan
200 g/L air. Penelitian ini terdiri atas 15 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan,
menghasilkan 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
air kelapa berpengaruh sangat baik waktu muncul tunas, panjang tunas dan lebar
daun. Sedangkan perlakuan ekstrak tauge berpengaruh sangat baik terhadap waktu
muncul tunas, panjang tunas dan panjang akar. Namun tidak ada intereaksi antara
ZPT air kelapa dan ekstrak tauge.