Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Dian Irfani. D, Dian Irfani. D
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 04:59:00
Abstract :
Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman daerah tropis
yang tergolong dalam tanaman berumah dua (dioecious) dan dikenal sebagai
tanaman rempah. Buah pala mengandung senyawa-senyawa umum seperti
karbohidrat, protein, lemak struktural dan mineral-mineral (kalium, potassium,
magnesium dan fosfor) terutama minyak atsiri yang bernilai ekonomis tinggi.
Selain itu, setiap bagian dari buah pala memiliki zat aktif sebagai zat antimikroba,
antibakteri, antioksidan, antifungi dan anti inflamasi. Buah pala terdiri dari empat
bagian yaitu kulit buah, daging buah, fuli dan biji.
Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Mengidentifikasi jumlah produksi dan
produktivitas pala di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka
Utara (2) Menganalisis pendapatan usahatani pala (3) Menganalisis kelayakan
usahatani pala (4) Mendeskripsikan faktor internal dan faktor eksternal dalam
pengembangan usahatani pala (5) Merumuskan strategi pengembangan usahatani
pala. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha,
Kabupaten Kolaka Utara selama 3 bulan yaitu Mei-Juli 2025. Populasi dalam
penelitian ini sebanyak 31 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan
menggunakan metode sensus yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil
seluruh anggota populasi sebagai subjek penelitian. Metode analisi data yang
digunakan meliputi analisi deskriptif, analisis pendapatan, analisis kelayakan dan
analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jumlah produksi dan produktivitas
usahatani pala di Desa Jabal Kubis menunjukkan hasil yang cukup baik. Produksi
biji pala rata-rata per musim panen berkisar antara 32,29–36,84 kg, sedangkan
produksi fuli pala meningkat dari 6,45 kg menjadi 8,03 kg per musim. (2)
Pendapatan petani pala tergolong menguntungkan, dengan total penerimaan rata
rata sebesar Rp8.255.680 per tahun, biaya produksi pala Rp3.310.261 dan
pendapatan bersih sebesar Rp4.945.419. Komponen penerimaan terbesar berasal
dari penjualan fuli pala yang bernilai tinggi di pasaran. (3) Kelayakan usaha
ditunjukkan oleh nilai R/C Ratio sebesar 2,49, yang berarti setiap pengeluaran Rp1
menghasilkan penerimaan Rp2,49. (4) Faktor internal yang menjadi kekuatan
meliputi modal usaha, kualitas biji pala, motivasi petani, dan ketersediaan lahan,
sedangkan kelemahan utamanya adalah keterbatasan teknologi dan penanganan
pascapanen yang belum optimal. Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah
fluktuasi harga, ketergantungan pada pengecer, pasar yang terbuka luas, dan
tingginya permintaan konsumen, sementara ancamannya adalah mahalnya pupuk,
kurangnya pelatihan, dan serangan hama. (5) Strategi pengembangan usahatani pala
yang dihasilkan melalui analisis SWOT meliputi strategi S-O untuk memanfaatkan
kekuatan dan peluang, strategi W-O untuk memanfaatkan peluang guna mengatasi
kelemahan, strategi S-T untuk menggunakan kekuatan dalam menghadapi
ancaman, dan strategi W-T untuk meminimalkan kelemahan sekaligus menghindari
ancaman. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan
produktivitas, kualitas, dan daya saing usahatani pala di Desa Jabal Kubis.