Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Nurul Annisa, Nurul Annisa
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 04:59:06
Abstract :
Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman palawija utama di
Indonesia yang kegunaannya relatif luas, terutama untuk pakan ternak. Jagung juga
merupakan komoditas yang diminta di pasar dunia. Namun demikian, jagung di
Indonesia sebagaimana umumnya komoditas pangan lainnya merupakan hasil
produksi petani-petani skala kecil. Desa Marioritengnga adalah salah satu desa yang
berada di Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng yang memiliki potensi
serta mempunyai sumber daya yang sangat menunjang untuk melaksanakan
usahatani jagung. Pengembangan komoditas jagung hibrida didukung oleh sumber
daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, memiliki peranan besar dalam
meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, membuka kesempatan kerja,
menunjang pengembangan agribisnis, meningkatkan ekspor mengurangi impor
serta melestarikan sumber daya alam.
Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Mendeskripsikan jumlah produksi dan
pendapatan petani jagung hibrida di Desa Marioritengnga, Kecamatan
Marioriwawo, Kabupaten Soppeng (2) Mendeskripsikan lembaga pemasaran yang
terlibat dalam pemasaran jagung hibrida (3) Mendeskripsikan saluran pemasaran
jagung hibrida (4) Menganalisis biaya dan keuntungan lembaga pemasaran jagung
hibrida (5) Menganalisis marjin pemasaran jagung hibrida (6) Menganalisis nilai
efisiensi pemasaran jagung hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Desa
Marioritengnga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Terdapat 2 jenis
sampel yaitu petani dan padagang. Sampel petani berjumlah 52 responden dan
sampel pedagang berjumlah 2 pedagang. Metode analisis data yang digunakan
adalah analisis pendapatan, analisis deskriptif, analisis biaya dan keuntungan
lembaga pemasaran, analisis marjin pemasaran dan analisis efisiensi pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produksi yang diperoleh per
responden sebesar 3.342 Kg dan per Ha sebesar 4.574 Kg, harga yaitu Rp.3.963,
penerimaan yang diperoleh per responden sebesar Rp.13.248.308 dan per Ha sebesar
Rp.18.129.263. Total biaya per responden Rp.4.210.669 dan per Ha sebesar
Rp.5.761.969 sehingga pendapatan yang diperoleh per responden sebesar
Rp.9.037.638 dan per Ha Rp.12.367.294. Hal ini menunjukkan bahwa
pendapatan usahatani jagung hibrida menguntungkan. (2) Lembaga pemasaran
yang terlibat dalam pemasaran jagung hibrida sebanyak dua orang. (3) Terdapat 1
saluran pemasaran jagung hibrida yaitu dari petani kepada pedagang pengumpul
kemudian dipasarkan kepada pedagang besar yang ada di Kota Makassar. (4)
Marjin pemasaran jagung hibrida pada pedagang pengumpul 1 dan 2 masing
masing sebesar Rp.1.500/kg. (5) Keuntungan lembaga pemasaran jagung hibrida
pada pedagang pengumpul 1 dan 2 masing-masing sebesar Rp.1.185/kg. (6)
Efesiensi pemasaran jagung hibrida pada pedagang pengumpul 1 dan 2 masing
masing sebesasar 5,72%. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran jagung hibrida
pada lembaga pemasaran efisien karena mendapatkan nilai efesiensi <50%.