Abstract :
Sulawesi Tenggara sebagai daerah penghasil kakao terbesar kedua di Indonesia
memainkan peranan strategis dalam ekspor kakao nasional. Salah satu faktor yang
diduga mempengaruhi produktivitas kakao adalah tingkat pengetahuan, modal sosial
dan nilai religiusitas.
Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifkasi produksi dan produktivitas pada
usahatani kakao (2) menganalisis tingkat pengetahuan petani terhadap usahatani kakao
(3) menganalisis tingkat modal sosial petani kakao (4) menganalisis aplikasi
religiusitas petani dalam mengelola usahatani kakao. (5) menganalisis pengaruh
tingkat pengetahian, modal sosial, dan religiusitas terhadap produktivitas kakao.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pasampang, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten
Kolaka Utara pada bulan April – Juni 2025. Populasi adalah seluruh petani kakao yang
tergabung dalam kelompok tani. Penentuan sampel menggunakan metode sensus.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis desktiptif kuantitatif dan analisis
regresi linear berganda.
Hasil penelititan menunjukkan (1) produksi kakao petani berada pada kisaran
503–1.635 kg, dengan rata-rata produktivitas sebesar 1.043 kg termasuk kategori
produksi tinggi (2) tingkat pengetahuan petani terhadap teknologi budidaya kakao
berada dalam kategori tinggi dengan total skor 1.476 (3) modal sosial petani, seperti
kepercayaan, partisipasi, dan jaringan sosial, juga tergolong tinggi (4) religiusitas
petani berada dalam kategori tinggi dengan total skor 1.134. (5) Hasil analisis regresi
linear berganda menunjukkan bahwa bahwa tingkat pengetahuan, modal sosial, dan
religiusitas berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kakao. Nilai
signifikansi masing-masing variabel adalah 0,000 untuk pengetahuan dan modal
sosial, serta 0,014 untuk religiusitas (seluruhnya < 0,05), yang berarti ketiga variabel
tersebut secara nyata mempengaruhi hasil produksi kakao petani.