Abstract :
Jahe merah memiliki prospek yang sangat bagus di Indonesia. Menanam jahe
merah tergolong mudah dan dapat mendatangkan keuntungan yang cukup besar
bagi petani. Penilaian mutu produk secara organoleptik sangat penting untuk
memastikan penerimaan konsumen, sementara profitabilitas menjadi indikator
utama dalam mengukur efisiensi dan keuntungan usaha dan analisis sensitivitas.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis mutu produk, profitabilitas
dan sensitivitas sarabba bubuk instan sebagai upaya untuk mendukung
pengembangan produk yang diterima pasar dan berkelanjutan secara ekonomi.
Tujuan penelitian adalah : (1) Mendeskripsikan proses pengolahan jahe merah
menjadi sarabba bubuk instan, (2) Mendeskripsikan kriteria penilaian nilai mutu
produk dan kemasan (packaging) sarabba bubuk instan, (3) Menganalisis rendeman
yang dihasilkan, (4) Menganalisis profitabilitas pada usaha sarabba bubuk instan,
(5) menganalisis nilai sensitivitas laba terhadap perubahan harga jual Usaha
Sarabba Bubuk Instan. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha Sarabba Bubuk
Instan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2025. Imforman
yang dijadikan sumber data yaitu 1 orang pemilik dan 2 orang karyawan Usaha
Sarabba Bubuk Instan , 30 panelis untuk uji mutu (uji organoleptik) dan kemasan
produk. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis
kuantitatif yaitu analisis mutu produk dan kemasan, profitabilitas dan sensitivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses pengolaan sarabba bubuk
instan melalui beberapa tahap yaitu pengupasan jahe merah, penimbangan jahe
merah dan gula aren, pencucian jahe merah, penghalusan jahe merah mengunakan
blender dan choper, pemasakan gula aren, pemasakan jahe merah dengan gula aren
yang telah di cairkan, pemasakan sampe mengental, pendinginan, penghalusan,
pengayakan, pengemasan, (2) Kriteria nilai mutu produk dan kemasan pada usaha
sarabba bubuk instan yang dilakukan 30 panelis, hasil penelitian menunjukkan nilai
kesukaan rata-rata keseluruhan yaitu 4 dengan interpretasi penilian suka, yang
mengindikasikan bahwa produk ini diterima dengan baik oleh konsumen. (3)
Rendemen yang dihasilkan oleh Usaha Sarabba Bubuk Instan untuk pengolahan
jahe menjadi sarabba bubuk instan sebesar 72 6 %, dengan kategori tinggi (>40%),
(4) Profitabilitas Usaha Sarabba Bubuk yang dimiliki sebesar 21,34 % usaha
sarabba bubuk instan masuk kategori cukup (10-20%), menghasilkan keuntungan
yang memadai, namun masih perlu untuk perbaikan dalam hal efisiensi pengelolaan
biaya dan peningkatan penjualan agar profitabilitas bisa meningkat ke tingkat yang
lebih baik. Usaha masih layak untuk berjalan, tetapi perlu strategi pengembangan
agar profitabilitas menjadi lebih optimal dan risiko usaha dapat diminimalkan, (5)
Sensitivitas 2,27, menunjukkan bahwa perubahan harga memiliki pengaruh
terhadap keuntungan/laba yang dihasilkan.