Abstract :
Wilayah pesisir di sekitar Selat Makassar memiliki kekayaan sumber
daya perikanan, termasuk kerang bakalang (Marcia hiantina). Namun,
kawasan ini menghadapi risiko pencemaran akibat berbagai aktivitas yang
kompleks, seperti industri, perikanan, pelabuhan, dan kegiatan rumah
tangga, yang berpotensi menjadi sumber masuknya bahan pencemar ke
perairan pesisir Kota Makassar.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan
desain Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang bertujuan untuk
mengetahui tingkat risiko kesehatan pada masyarakat lansia akibat pajanan
logam kadmium (Cd) dan kromium (Cr) melalui konsumsi kerang bakalang
yang berasal dari Perairan Lantebung, Kota Makassar. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh masyarakat lansia yang mengonsumsi kerang
bakalang. Sampel masyarakat dipilih sebanyak 30 orang menggunakan
teknik quota sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan.
Sementara itu, sampel kerang bakalang diambil dari 6 titik lokasi berbeda
di Perairan Lantebung dengan menggunakan metode selected sampling.
Dari 30 masyarakat yang di wawancara di Kelurahan Bira terdapat 1
masyarakat yang mempunyai RQ>1 pada pemeriksaan Kromium (Cr)
sedangkan 29 masyarakat lainnya dinyatakan masih aman atau tidak
berisiko karena memiliki nilai RQ≤1. Sedangkan tingkat risiko terpajan
kadmium (Cd) dari hasil perhitungan, masyarakat memiliki nilai RQ≤1 yang
artinya 30 masyarakat tidak berisiko terhadap penyakit non karsinogenik
akibat Kadmium (Cd) dalam waktu 30 tahun mendatang. Kepada
masyarakat khususnya lansia baik yang menangkap sendiri maupun beli
untuk membatasi konsumsi kerang di Perairan Lantebung karena kerang
tersebut terkontaminasi logam berat dan perlunya melakukan bioremediasi
atau depurasi untuk menurunkan kadar logam berat.