Abstract :
Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular
yang umumnya tidak menimbulkan keluhan atau gejala, sehingga banyak
penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi serius,
bahkan kematian. Oleh karena itu, hipertensi dikenal sebagai silent killer.
Angka prevalensinya meningkat seiring bertambahanya usia, khususnya
pada lansia. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah kepatuhan
dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Namun, ketidakpatuhan pasien
masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian dari tenaga
kesehatan.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di
Puskesmas Cina, Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan desain
kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan
pada bulan Mei-Juni 2025. Populasi penelitian adalah lansia penderita
hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cina, dengan jumlah sampel 65
responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data analisis
menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara
pengetahuan (p=0,005), dukungan keluarga (p=0,003), dan peran petugas
kesehatan (p=0,000) dengan kepatuhan minum obat. Sementara itu, tidak
ditemukan hubungan yang signifikan antara gaya hidup (p=0,507), dan
aktivitas fisik (p=0,351) dengan kepatuhan minum obat.
Kesimpulan: Pengetahuan, dukungan keluarga, dan peran petugas
kesehatan merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan
kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Namun, tidak ditemukan
adanya hubungan gaya hidup dan aktivitas fisik dengan kepatuhan minum
obat. Disarankan agar pihak Puskesmas lebih aktif dalam melakukan
edukasi melalui konsultasi langsung maupun kegiatan rutin seperti
posyandu lansia guna meningkatkan kepatuhan minum obat pada lansia.