Abstract :
Salah satu permasalahan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
yang dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan kerja adalah kelelahan.
Istilah kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga kerja untuk
melakukan suatu kegiatan, sehingga mengakibatkan terjadinya
pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Kelelahan kerja yang
terjadi secara terus menerus untuk jangka waktu yang panjang akan
menjadi kelelahan kronis. Kelelahan terjadi apabila beban kerja 30-40% dari
kapasitas kerja disamping akibat pekerjaan statis yang dilakukan dalam
jangka waktu yang tidak singkat.
World Health Organization (WHO) dalam model kesehatan yang
dibuat sampai tahun 2020 meramalkan gangguan psikis berupa perasaan
lelah yang berat dan berujung pada depresi akan menjadi awal penelitian
yang dilakukan oleh Kementrian Tenaga Kerja Jepang terhadap 12.000
perusahaan yang melibatkan sekitar 16.000 pekerja di negara tersebut
yang dipilih secara acak menunjukkan bahwa 65% pekerja mengeluhkan
kelelahan fisik akibat kerja rutin, 28% mengeluhkan kelelahan mental dan
sekitar 7% pekerja mengeluh stress berat dan merasa tersisihkan.
Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross
sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 120 sampel. Metode yang
digunakan analisis data menggunakan uji univariat, uji bivariat dengan
korelasi chi-square.
Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ada hubungan yang
signifikan antara lama kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada dokter
muda yaitu (p-value 0,001), ada hubungan antara kualitas tidur dengan
tingkat kelelahan kerja pada dokter muda yaitu (p-value 0,041), ada
hubungan antara beban kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada dokter
muda yaitu (p-value 0,000), ada hubungan antara stres kerja dengan tingkat
kelelahan kerja pada dokter muda yaitu (p-value 0,000), tidak ada
hubungan shift kerja dengan tingkat kelelahan kerja yaitu (p-value 0,863).
Diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain
yang berhubungan dengan tingkat kelelahan kerja.