Abstract :
Nyeri punggung merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang
paling sering dialami oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia. Kondisi ini
ditandai dengan rasa nyeri atau tidak nyaman yang muncul di bagian punggung,
baik punggung atas (torakal) maupun bawah (lumbal). Dalam praktik medis, nyeri
punggung bawah (low back pain) merupakan salah satu alasan utama seseorang
mencari layanan kesehatan, karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,
menurunkan produktivitas, bahkan berpotensi menyebabkan ketidakmampuan
jangka panjang.
Penelitian ini dilakukan di Gedung Menara Bosowa, Kota Makassar,
selama bulan Mei hingga Juni 2025. Pendekatan yang digunakan adalah
kuantitatif dengan metode survei analitik observasional dan desain potong lintang
(cross sectional). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai building
management yang berjumlah 68 orang, sekaligus dijadikan sampel melalui teknik
sampel jenuh. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat
kepercayaan 95% dan alpha sebesar 0,05.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara lama kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pegawai
(p=0,000). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara beban
kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,058). Selain itu, sikap kerja juga
terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah
(p=0,000).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa beban kerja tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pegawai
building management di Menara Bosowa Group Makassar. Sebaliknya, faktor lama
kerja dan sikap kerja memiliki keterkaitan yang signifikan. Oleh karena itu,
disarankan untuk memberikan perhatian lebih terhadap aspek ergonomi kerja,
terutama bagi pegawai dengan masa kerja panjang dan beban kerja tinggi.
Pelatihan atau penyuluhan mengenai postur kerja yang tepat serta pentingnya
melakukan peregangan otot secara rutin dapat membantu mengurangi risiko nyeri
punggung bawah.