Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Herman, Novlinda Nurrahma
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2026-02-13 01:36:38
Abstract :
Perundungan atau bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan
secara berulang-ulang terhadap seseorang yang lebih lemah atau rentan
oleh orang yang lebih kuat atau berkuasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui secara mendalam perilaku perundungan berdasarkan status
gender dan orientasi seksual di kalangan remaja dengan implikasi bagi
kesehatan mental di SMP Negeri 4 Makassar. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik utama
dalam mengumpulkan data yaitu observasi dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti latar
belakang keluarga, kondisi ekonomi, lingkungan sosial, pergaulan teman,
serta karakteristik fisik atau kekurangan individu dapat mempengaruhi
terjadinya perundungan. Perempuan cenderung menjadi sasaran cyber
bullying dan melakukan perundungan verbal dengan mengejek. Sementara
itu, laki-laki lebih sering terlibat dalam perundungan fisik dan cenderung
menggunakan kekerasan fisik seperti memukul atau menendang. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dampak perundungan di SMP Negeri 4
Makassar relatif ringan tidak sampai berdampak pada kesehatan
mentalnya.
Kesimpulan hasil ini menunjukkan perundungan di kalangan remaja
memiliki bentuk dan dinamika yang berbeda-beda tergantung pada jenis
kelamin dan dari penelitian ditemukan bahwa laki-laki yang lebih dominan
dalam perilaku perundungan. Namun baik perempuan maupun laki-laki
dapat menjadi pelaku maupun korban perundungan. Terdapat juga
beberapa faktor yang menjadi penyebab adanya perilaku perundungan
Faktor-faktor seperti latar belakang keluarga, kondisi ekonomi, lingkungan
sosial, pergaulan teman, dan adanya rasa iri atau cemburu terhadap
pencapaian sesorang yang dapat mempengaruhi terjadinya perundungan.
Selain itu, orientasi seksual juga memerlukan perhatian serius karena
xiv
kurangnya pengetahuan siswa mengenai orientasi seksual. Hasil penelitian
di SMP Negeri 4 Makassar menunjukkan bahwa dampak perundungan
relatif ringan dan tidak berdampak pada kesehatan mentalnya. Diharapkan
sekolah terus meningkatkan edukasi dan kesadaran siswa mengenai
perilaku perundungan agar tidak ada lagi perundungan yang terjadi dan
menambahkan edukasi terkait orientasi seksual agar siswa memahaminya
serta lebih memperhatikan lagi mengenai kesehatan mental siswanya
seperti menyediakan layanan konseling yang memadai, mengembangkan
program kesehatan mental yang inklusif, meningkatkan kesadaran guru
dan staf tentang isu kesehatan mental, serta menciptakan lingkungan
sekolah yang aman dan mendukung bagi semua siswa.