Abstract :
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis
pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui
penyediaan alat kontrasepsi dan informasi yang memadai bagi pasangan
usia subur. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor utama, yaitu ketersediaan alat kontrasepsi yang mudah diakses dan
sesuai kebutuhan, peran aktif petugas kesehatan dalam memberikan
edukasi dan pelayanan, serta dukungan keluarga terutama dari suami dan
anggota keluarga dekat. Selain itu, sumber informasi yang akurat dan
mudah diperoleh juga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran
dan motivasi pasangan untuk menggunakan alat kontrasepsi secara
konsisten. Teori PRECEDE yang dikemukakan oleh Lawrence Green
menegaskan pentingnya faktor-faktor predisposisi seperti pengetahuan dan
sikap yang dibentuk oleh intervensi kesehatan untuk mencapai perubahan
perilaku. Oleh karena itu, sinergi antara ketersediaan fasilitas, peran
petugas kesehatan, dukungan keluarga, dan informasi yang tepat sangat
menentukan keberhasilan program KB dalam menurunkan
angka kelahiran. Tingginya angka kelahiran masih menjadi tantangan di
beberapa wilayah, termasuk Desa Pekalobean Kabupaten Enrekang.
Namun data jumlah kelahiran di Desa Pekalobean 3 tahun terakhir ini
mengalami penurunan, dan hasil observasi awal menunjukkan bahwa
sudah banyaknya pengguna KB aktif di desa ini.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran keberhasilan
program keluarga berencana dalam penurunan tingkat kelahiran di Desa
Pekalobean Kab. Enrekang. Jenis penelitian ini ialah penelitain kuantitatif
dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini ialah
Pasangan Usia subur di Desa Pekalobean yang ditentukan menggunakan
rumus Slovin yaitu sebanyak 148 orang. Data dikumpulkan melalui
kuesioner terstruktur dan siolah secara statistik deskriptif. Variabel
mengacu pada model PRECEDE Lawrence Green, melihat faktor
predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, pada variabel sumber
informasi diketahui bahwa mayoritas responden memperoleh informasi
yang cukup sebanyak 143 responden (96,6%) megalami penurunan
kelahiran dan hanya 2 responden (1,4%) yang naik, sedangkan kategori
xxiv
kurang cukup merasa kelahiran turun dan hanya 1 (0,6%) merasa kelahiran
naik. Pada variabel ketersediaan alat kontrasepsi, mayoritas responden
yang menyatakan ketersediaan cukup sebanyak 143 responden (96,6%)
mengalami penurunan tingkat kelahiran dan hanya 3 responden (2,0%)
yang mengalami kenaikan, sedangkan 2 responden (1,4%) yang
menyatakan ketersediaan kurang cukup seluruhnya mengalami penurunan.
Pada variabel peran petugas kesehatan, mayoritas responden yang menilai
peran petugas kesehatan baik sebanyak 143 responden (96,6%)
mengaralami penurunan dan ada 3 responden (2,0%) mengalami kenaikan,
selebihnya responden yang menilai kurang baik tetap mengalami
penurunan. Pada variabel dukungan keluarga, mayoritas responden
mendapatkan dukungan sebanyak 143 responden (96,6%) merasa tingkat
kelahiran turun sedengkan kategori kurang mendukung 2 responden
merasa turun dan 2 lainnya merasa naik. Hal ini menunjukkan pentingnya
informasi memadai, ketersediaan alat kontrasepsi, peran aktif petugas
kesehatan, dan dukungan keluarga dalam keberhasilan program KB.
Dari temuan tersebut disimpulkan bahwa sebanyak (96,6%) yang
mendapatkan informasi yang cukup, ketersediaan alat kontrasepsi yang
cukup, peran petugas yang baik, dan mendapatkan dukungan dari keluarga
semua ini mengalami penurunan tingkat kelahiran. Hal ini menunjukkan
bahwa keempat aspek ini sangat berperan dalam mendukung efektivitas
program KB. Selain itu, sumber informasi yang tepat juga membantu
meningkatkan pemahaman dan penggunaan alat kontrasepsi. Pasangan
usia subur disarankan untuk aktif mencari informasi yang tepat tentang KB
dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan agar dapat memilih alat
kontrasepsi yang sesuai. Komunikasi yang baik antara suami istri dan
dukungan keluarga sangat penting untuk keberhasilan program KB.
Dengan demikian, pasangan dapat menjalankan KB secara konsisten demi
tercapainya keluarga yang sehat dan sejahtera.