Abstract :
Fraktur adalah masalah kesehatan yang sering
menimbulkan nyeri hebat, keterbatasan aktivitas, dan risiko komplikasi.
Penanganan nyeri biasanya menggunakan terapi farmakologis, namun
penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan dan efek
samping. Sebagai alternatif, terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin
efektif meredakan nyeri dengan mekanisme vasokonstriksi, yang mengurangi
aliran darah, peradangan, dan edema di area cedera
Tujuan : Mengetahui penerapan kompres dingin dalam manajemen nyeri
serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan intensitas nyeri pasien.
Di Ruangan IGD RSUP Dr Tadjuddin Chalid Makassar
Metode : yang digunakan mencakup pengkajian, penetapan diagnosis
keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi.
Hasil : pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri akut dengan skala
nyeri 6–7/10. Setelah dilakukan kompres dingin dengan durasi 15–20 menit
setiap 8 jam, terjadi penurunan intensitas nyeri menjadi skala 2–3/10.
Evaluasi menunjukkan pasien lebih rileks, tampak kooperatif, dan
melaporkan penurunan rasa nyeri secara signifikan.
Kesimpulan : dari studi kasus ini adalah penerapan kompres dingin terbukti
efektif sebagai tindakan nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri
pada pasien fraktur femur. Intervensi ini dapat dijadikan pilihan tambahan
dalam asuhan keperawatan guna meningkatkan kenyamanan, mengurangi
ketergantungan obat, serta mendukung proses penyembuhan pasien secara
holistic.
Fractures are a health problem that often causes severe pain,
activity limitations, and the risk of complications. Pain management typically
involves pharmacological therapy, but long-term use can lead to dependency
and side effects. Alternatively, non-pharmacological therapies such as cold
compresses effectively relieve pain through vasoconstriction, which reduces
blood flow, inflammation, and edema in the injured area.
Objective: To determine the application of cold compresses in pain
management and evaluate their effectiveness in reducing pain intensity in
patients in the Emergency Room of Dr. Tadjuddin Chalid General Hospital,
Methods: The assessment included assessment, establishing a nursing
diagnosis, intervention planning, implementation, and evaluation.
Results: The assessment revealed the patient was experiencing acute pain
with a pain scale of 6–7/10. After applying cold compresses for 15–20
minutes every 8 hours, the pain intensity decreased to 2–3/10. The evaluation
showed the patient was more relaxed, appeared cooperative, and reported a
significant reduction the experiencing throught in pain.
Conclusion: This case study demonstrates that cold compresses have been
shown to be effective as a non-pharmacological measure in reducing pain
intensity in patients with femoral fractures. This intervention can be used as
an additional nursing care option to increase comfort, reduce medication
dependence, and support the patient's holistic healing process