Abstract :
Kanker kolon merupakan salah satu kanker gastrointestinal
dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, baik di dunia maupun di Indonesia.
Meskipun perkembangan terapi bedah dan adjuvan terus meningkat, residif tumor
kolon tetap menjadi masalah klinis yang sering memerlukan tindakan pembedahan
ulang. Pasien pasca operasi umumnya mengalami nyeri insisional, kecemasan,
dan gangguan tidur yang dapat menghambat pemulihan. Oleh karena itu,
dibutuhkan intervensi nonfarmakologis sederhana untuk mendukung
pengendalian nyeri, salah satunya adalah terapi relaksasi genggam jari. Tujuan:
Untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan perioperatif dengan
intervensi terapi genggam jari pada pasien dengan massa residif tumor kolon yang
menjalani laparotomi removal. Metode: metode yang digunakan adalah studi
kasus pada Ny. S, perempuan 54 tahun, yang dirawat di Instalasi Bedah Sentral
RSUD Labuang Baji Makassar. Asuhan keperawatan diberikan secara
komprehensif mencakup fase preoperatif, intraoperatif, dan postoperatif. Fokus
intervensi adalah pada diagnosis keperawatan nyeri akut, risiko perdarahan, dan
risiko infeksi. Terapi genggam jari diberikan dengan cara menggenggam setiap jari
tangan selama 3–5 menit disertai pernapasan terkontrol, dikombinasikan dengan
edukasi dan pemantauan kondisi pasien. Hasil: Pasien menunjukkan adanya
penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 6 (VAS), pasien tampak lebih rileks, gelisah
berkurang, serta kemampuan koping meningkat. Selama perawatan, tidak
ditemukan tanda-tanda perdarahan maupun infeksi. Hal ini menegaskan bahwa
intervensi sederhana ini efektif mendukung kenyamanan pasien. Kesimpulan:
Penerapan terapi relaksasi genggam jari terbukti efektif, aman, dan mudah
dilakukan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri dan
meningkatkan kenyamanan pasien pasca operasi. Intervensi ini direkomendasikan
untuk diterapkan dalam praktik keperawatan perioperatif sebagai upaya
mendukung pemulihan pasien.
Colon cancer is one of the gastrointestinal cancers with high
morbidity and mortality rates, both globally and in Indonesia. Despite advances in
surgical and adjuvant therapies, recurrent colon tumors remain a clinical challenge
that often requires repeated surgical procedures. Postoperative patients commonly
experience incisional pain, anxiety, and sleep disturbances, which may hinder
recovery. Therefore, simple non-pharmacological interventions are needed to
support pain management, one of which is finger-hold relaxation therapy.
Objective: To describe the implementation of perioperative nursing care with
finger-hold relaxation therapy in a patient with recurrent colon tumor mass
undergoing laparotomy removal. Method: This study used a case study approach
on Mrs. S, a 54-year-old female patient treated at the Central Surgical Installation
of Labuang Baji Regional General Hospital, Makassar. Comprehensive nursing
care was provided during the preoperative, intraoperative, and postoperative
phases. The focus of the intervention was on nursing diagnoses of acute pain, risk
of bleeding, and risk of infection. Finger-hold relaxation therapy was performed by
gently holding each finger for 3–5 minutes combined with controlled breathing,
along with patient education and continuous monitoring. Results: The patient
showed a decrease in pain intensity from 7 to 6 on the Visual Analogue Scale
(VAS), appeared more relaxed, less anxious, and demonstrated improved coping
ability. During the course of care, no signs of bleeding or infection were observed,
confirming the effectiveness of this simple intervention in supporting patient
comfort.
Conclusion: The application of finger-hold relaxation therapy proved to be
effective, safe, and easy to implement as a non-pharmacological intervention to
reduce pain and enhance comfort in postoperative patients. This intervention is
recommended for use in perioperative nursing practice as an effort to support
patient recovery.