Abstract :
Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama di
Indonesia karena tidak hanya meningkatkan angka kesakitan dan kecacatan,
tetapi juga menurunkan kualitas hidup pasien. Gangguan mobilitas fisik menjadi
salah satu dampak yang sering muncul pada pasien pasca stroke akibat
kelemahan otot dan keterbatasan rentang gerak. Salah satu intervensi
keperawatan yang dapat diberikan untuk mengurangi dampak tersebut adalah
latihan Range of Motion (ROM) yang terbukti mampu mempertahankan
fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, dan mencegah komplikasi
imobilisasi.
Tujuan : Untuk mengetahui penerapan ROM pada pasien stroke dengan
gangguan mobilitas fisik di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar.
Metode : Studi kasus melalui asuhan keperawatan yang mencakup tahapan
pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan
evaluasi. Intervensi dilakukan selama tiga hari (3x24 jam) pada pasien Tn. B,
laki-laki usia 66 tahun dengan riwayat stroke non-hemoragik sejak 3 tahun lalu
yang mengalami kelemahan pada ekstremitas kanan.
Hasil asuhan keperawatan : Menunjukkan bahwa setelah dilakukan latihan
ROM, pasien mengalami perbaikan mobilitas ditandai dengan berkurangnya
kekakuan otot, peningkatan kekuatan ekstremitas, serta peningkatan rentang
gerak. Evaluasi harian memperlihatkan bahwa masalah gangguan mobilitas fisik
mulai teratasi sebagian, dengan keterlibatan keluarga berperan penting dalam
membantu pelaksanaan latihan di rumah.
Kesimpulan : Penerapan ROM efektif dalam meningkatkan mobilitas pasien
stroke, mencegah komplikasi akibat imobilisasi, serta mendukung kemandirian
pasien. Latihan ROM merupakan intervensi sederhana, murah, dan dapat
dilakukan secara mandiri oleh pasien maupun keluarga, sehingga
direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin baik di fasilitas kesehatan
maupun di rumah.
Stroke is one of the major health problems in Indonesia because it
not only increases morbidity and disability rates but also reduces patients' quality
of life. Physical mobility impairment is one of the common effects on post-stroke
patients due to muscle weakness and limited range of motion. One nursing
intervention that can be provided to reduce this impact is Range of Motion (ROM)
exercises, which have been proven to maintain joint flexibility, increase muscle
strength, and prevent complications from immobilization.
Objective: To determine the application of ROM in stroke patients with physical
mobility disorders in the working area of the Pampang Community Health Center
in Makassar City.
Method: A case study through nursing care covering the stages of assessment,
nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The intervention
was carried out for three days (3x24 hours) on patient Mr. B, a 66-year-old man
with a history of non-hemorrhagic stroke since 3 years ago who experienced
weakness in his right extremities.
Nursing care results: After ROM exercises, the patient experienced improved
mobility, marked by reduced muscle stiffness, increased limb strength, and
increased range of motion. Daily evaluations showed that the problem of physical
mobility impairment was partially resolved, with family involvement playing an
important role in assisting with the exercises at home.
Conclusion: The application of ROM is effective in improving the mobility of
stroke patients, preventing complications due to immobilization, and supporting
patient independence. ROM exercises are a simple, inexpensive intervention that
can be performed independently by patients and their families, so they are
recommended for routine implementation in both healthcare facilities and at
home.