Abstract :
Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan nyeri kronis yang signifikan,
terutama pada fase pasca-serangan. Nyeri yang dirasakan pasien stroke dapat
mengganggu proses rehabilitasi dan menurunkan kualitas hidup. Terapi bekam basah
merupakan salah satu metode pengobatan komplementer yang diyakini mampu
menurunkan intensitas nyeri melalui mekanisme antiinflamasi, peningkatan sirkulasi darah,
dan pelepasan endorfin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan terapi
bekam basah terhadap penurunan nyeri pada pasien stroke di Klinik Zein Holistik, Kota
Makassar.
Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu pasien stroke dengan
keluhan nyeri pada pinggang dan betis. Intervensi bekam dilakukan dengan pendekatan
keperawatan holistik mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
Titik bekam Azh-zhahr, Ruqbah, Saaq, Iltiwa, dan Zhohrul berdasarkan sunnah. Instrumen
pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale.
Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari pre bekam basah skala 4
(sedang) post bekam basah skala 2 (ringan) sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi bekam
basah efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien stroke.
Terapi ini terbukti efektif dan aman serta dapat menjadi alternatif dalam manajemen
nyeri pada pasien stroke. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam
pengembangan asuhan keperawatan komplementer berbasis bukti.
Stroke is a major cause of significant disability and chronic pain, especially in the
post-stroke phase. The pain experienced by stroke patients can disrupt the rehabilitation
process and reduce quality of life. Wet cupping therapy is a complementary treatment
method believed to reduce pain intensity through anti-inflammatory mechanisms, increased
blood circulation, and the release of endorphins. This study aims to evaluate the application
of wet cupping therapy to pain reduction in stroke patients at the Zein Holistic Clinic in
Makassar City.
The method used was a case study of one stroke patient complaining of back and
calf pain. The cupping intervention was carried out using a holistic nursing approach,
including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The cupping
points Azh-zhahr, Ruqbah, Saaq, Iltiwa, and Zhohrul were selected based on the Sunnah.
The pain measurement instrument used was the Numeric Rating Scale.
The results showed a decrease in pain scale from pre-wet cupping 4 (moderate) to
post-wet cupping 2 (mild). Therefore, it can be concluded that wet cupping therapy is
effective in reducing pain in stroke patients.
This therapy has been proven effective and safe and can be an alternative for pain
management in stroke patients. The results of this study are expected to serve as a
reference in the development of evidence-based complementary nursing care.