Abstract :
Pendidikan dokter mencakup 2 tahapan, yakni tahapan sarjana kedokteran
serta tahapan profesi dokter (co-assistant/koas). Tahap koas merupakan masa
transisi penting yang penuh tekanan akibat tuntutan akademik, praktik klinis, dan
beban kerja yang tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko stres, gangguan tidur, dan
kelelahan kerja pada dokter muda. Kelelahan kerja yang tidak dikelola secara baik
yang bisa berdampak negatif pada kondisi fisik serta menurunkan kualitas
pelayanan kesehatan. Selain menurunkan daya tahan tubuh dan konsentrasi,
kelelahan kerja juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan medis.tujuan
penelitian ini ialah guna memahami hubungan diantara tingkat stres dan kualitas
tidur dengan kelelahan kerja pada dokter muda (co-assistant) di Rumah Sakit Ibnu
Sina YW-UMI Kota Makassar tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
analitik observasional dan rancangan potong lintang (cross-sectional). Populasi
terdiri atas seluruh dokter muda yang aktif selama dua bulan terakhir sebanyak
160 orang, dengan sampel sebanyak 114 responden yang diperoleh
menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menerapkan kuisioner Medical
Student Stressor Questionnaire (MSSQ) untuk tingkat stres, Pittsburgh Sleep
Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, serta Industrial Fatigue Research
Committe (IFRC) untuk kelelahan kerja.
Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan
adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kelelahan kerja (p =
0,000) dan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p = 0,003) pada dokter
muda di Rumah Sakit tersebut.
Penelitian menyimpulkan bahwa tingkat stres dan kualitas tidur berhubungan
signifikan dengan kelelahan kerja pada dokter muda di Rumah Sakit Ibnu Sina
YW-UMI Kota Makassar . Faktor akademik, beban kerja klinis dan tekanan selama
masa koas turut memengaruhi kondisi tersebut. Disararankan dokter muda aktif
mengelola stres dengan teknik relaksasi dan menjaga kesehatan mental melalui
dukungan sosial, serta menjaga kualitas tidur dengan pola tidur sehat dan istirahat
cukup meskipun padatnya aktivitas klinik.