Abstract :
ABSTRAK
Nur Lilla Amalia. 2021. Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien
Tuberkulosis Paru di Puskesmas Babat Lamongan. Karya Tulis
Ilmiah Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah
Lamongan. Pembimbing (1) apt. Primanitha Ria Utami, M.Farm (2) Hj.
Andri Tri. K. S.Si., T., M.Kes.
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman
mycobacterium tuberculosis sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi
dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Pengobatan TB memerlukan beberapa
jenis obat untuk terapinya sehingga memperbesar terjadinya Drug Related
Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian
Drug Related Problems (DRPs) pada pasien TB paru yang meliputi indikasi tanpa
obat, obat tanpa indikasi, obat tidak tepat, dosis kurang, dosis berlebih, reaksi obat
merugikan dan interaksi obat. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan sampel 46
pasien yaitu pasien dengan diagnosa TB paru usia 15-69 tahun di Puskesmas Babat
bulan Agustus-September 2020, dengan metode purposive sampling. Data yang
dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7
jenis kategori DRPs, ditemukan 2 jenis DRPs dengan jumlah 270 kasus. Jenis DRPs
yang terjadi yaitu reaksi obat yang merugikan yang berjumlah 188 kasus (69,89%),
dan interaksi obat yang berjumlah 81 kasus (30,11%). Dari hasil penelitian
disimpulkan bahwa obat antituberkulosis dapat menimbulkan berbagai
permasalahan yang cukup serius dan jenis kajadian DRPs yang sering terjadi
memerlukan perhatian farmasis untuk dapat meminimalkan dan mencegah peluang
terjadinya DRPs. Pada penelitian selanjutnya dapat diteliti terkait perbandingan
efektifitas terapi OAT pada outcome klinik pasien TB paru di beberapa fasilitas
kefarmasian.
Kata kunci : Drug Related Problems, Interaksi obat, Reaksi Obat Merugikan,
Tuberkulosis.